OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Visi Bosch Untuk Transportasi Perkotaan Masa Depan

Yudi Atmajaya - Jumat, 07 Juli 2017
Z-Other Featured

Stuttgart – Beginilah lalu lintas komuter di pagi hari pada 2025 mendatang: alih-alih naik mobil pribadi atau tergesa-gesa menuju kereta bawah tanah, orang-orang bisa memesan taksi robot untuk segera mengantar mereka ke kantor nyaris tanpa bising – minus kemacetan yang menyebalkan dan stres setiap kali melewati lampu lalu lintas. Dalam perjalanan, mereka dapat mengecek rute secara cepat melalui ponsel pintar dan selanjutnya bisa menggunakan aplikasi untuk memesan skuter elektrik yang akan mengantarkan mereka dari taksi bahkan sampai tinggal beberapa meter saja dari kantor tujuan. “Semakin banyak orang tinggal di perkotaan, maka semakin penting pula membuat perjalanan dari A menuju B menjadi menyenangkan. Dengan menghadirkan konektivitas yang mulus di kota-kota pintar, Bosch dapat membantu mewujudkan itu,” ujar Dr. Rolf Bulander, anggota dewan manajemen Robert Bosch GmbH dan ketua sektor bisnis Mobility Solutions. Berikut gambaran singkat tentang bagaimana teknologi terdepan Bosch akan segera membantu membentuk kehidupan perkotaan.

1. Cara bebas stres dari A ke B: memesan mobilitas secara online
Saat ini, orang-orang masih berpikir tentang kendaraan mereka secara pribadi, tetapi dalam beberapa tahun ke depan fokus mereka akan bergeser mengenai: cara tercepat dan paling mudah untuk mencapai tujuan. Moda transportasi yang selalu tersedia serta bisa dipesan dan dibayar melalui ponsel pintar akan menjadi pondasi utama mobilitas perkotaan multimoda masa depan. Dr. Bulander memprediksi, "Mobilitas bebas stres akan menjadi perhatian utama orang-orang yang tinggal di kota modern." Di masa depan, perjalanan bebas stres di kota terutama akan berkutat seputar transportasi multimoda yang terhubung dan layanan cloud pintar. Itulah sebabnya mengapa pada Juli 2017 Bosch meluncurkan tahap uji coba proyek penelitian moveBW-nya, yakni sebuah platform mobilitas yang menggunakan data real-time untuk menemukan jalan tercepat saat menyusuri kota. Kelebihannya, dengan aplikasi ini, komuter bisa bepergian menuju tempat tujuannya secara lebih efisien, sedangkan pihak berwenang kota dapat mengelola kepadatan lalu lintas, dan para penyedia mobilitas mampu meningkatkan pendayagunaan kapasitas dalam moda transportasi mereka. Sementara, perusahaan layanan berbagi (shared services) bisa menawarkan lebih banyak kebebasan untuk bergerak di tengah kota. Menurut McKinsey, setiap tahun di Jerman saja, penggunaan layanan ini meningkat hingga 50 persen. Salah satu contohnya, layanan skuter elektrik Coup dari Bosch. Lewat sebuah aplikasi, para pengguna dapat memesan unit skuter elektrik, mengendarainya, tiba, dan parkir tepat di tempat tujuan mereka. Setelah menjadi contoh kesuksesan dalam waktu singkat di Berlin, Coup akan menawarkan cara yang menyenangkan dan ramah lingkungan untuk mengelilingi Paris mulai Juli 2017.

2. Kendaraan yang menghampiri pengemudi
Bila umumnya pengemudi menghampiri kendaraan, kelak justru kendaraan yang akan mendatangi mereka. Teknologi yang biasa muncul di sebuah film fiksi ilmiah ini akan lekas menjadi kenyataan. "Hadirnya kendaraan otonom di lalu lintas perkotaan akan mengubah pemahaman kita secara mendasar mengenai kegiatan mengemudi," kata Dr. Bulander. Di awal dekade mendatang, Bosch akan menghadirkan mobil otomatis tanpa sopir ke jalan-jalan di perkotaan – berkolaborasi dengan Daimler. Langkah ini akan memperlancar arus lalu lintas di banyak kota dan meningkatkan keselamatan di jalan raya. Nantinya pengguna dapat memesan mobil bersama atau taksi robot dengan mudah melalui ponsel pintar. “Pengemudian terhubung dan terotomatisasi membuat mobilitas bebas stres sehingga bisa terhindar dari kecelakaan,” kata Dr. Bulander.

3. Pada jalur yang tepat untuk kota bebas emisi
Kualitas udara, zona beremisi rendah, dan larangan mengemudi - di banyak kota besar seluruh dunia, bahasan seputar emisi sudah menjadi subjek perdebatan sengit. Satu pertanyaan yang terus-menerus mengemuka adalah apakah mobil di perkotaan akan segera menggunakan tenaga listrik. Bagi Dr. Bulander, jalan menuju kota bebas emisi bukanlah tentang bisa atau tidak: “Mesin pembakaran internal modern dan elektromobilitas merupakan bagian dari solusi terkait peningkatan kualitas udara di berbagai kota. Emisi dari mesin pembakaran internal yang baru akan berada dalam batas yang dipersyaratkan. Pada saat bersamaan, elektromobilitas juga mengambil peran lebih besar di segmen entry-level.” Kendaraan listrik ringan menjadi moda transportasi yang semakin populer, terutama di kota-kota metropolitan Asia yang berisiko mengalami kemacetan. Itulah sebabnya pasar bagi kendaraan jenis ini akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Diperkirakan sekitar 100 juta kendaraan sejenis akan diproduksi di seluruh dunia pada 2020 – dan semakin banyak lagi di kawasan Eropa.

4. Kota-kota menjadi lebih pintar
Di kota-kota di masa depan, perbedaan antara kendaraan pribadi, transportasi umum, dan infrastruktur menjadi kabur. Pada 2025, akan ada 88 kota di seluruh dunia (sumber: IHS Technology) yang menawarkan konektivitas tanpa batas, seperti untuk parkir. Bosch tengah bekerja sama dengan Daimler dalam meluncurkan sistem manajemen parkir. Tempat parkir akan dilengkapi dengan sensor yang akan melaporkan ke gerbang masuk terdekat: apakah space yang tersedia sudah ditempati atau belum. Data ini akan digunakan untuk menghasilkan peta parkir real-time yang dapat diakses melalui aplikasi. Solusi Bosch bukan hanya membantu pengemudi menemukan tempat parkir yang sesuai, tapi juga tempat pengisian daya terdekat. Aplikasi pengisian daya menampilkan semua titik pengisian daya berbasis web terdekat, yang membuat pengisian ulang baterai kendaraan lebih mudah.

Bosch membuat kota-kota di masa depan menjadi lebih pintar di segala bidang, tidak hanya sebatas mobilitas. "Untuk kota masa depan kami pun menawarkan teknologi berlandaskan nilai ‘Invented for life’," kata Dr. Bulander. Contohnya San Francisco, yang menjadi lokasi Bosch mengerjakan solusi pintar untuk distrik-distrik baru. Di sana Bosch berperan sebagai mitra teknologi bagi perusahaan pengembang proyek, FivePoint. Bersama-sama, kedua pihak merencanakan teknologi perintis yang akan mendukung pasokan listrik dan bangunan cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup.

Baca Artikel Asli