KabarOto.com - Volkswagen Group resmi mengesahkan Future Plan 2030, sebuah program restrukturisasi besar-besaran, yang mengubah strategi bisnis raksasa otomotif tersebut. Salah satunya memangkas jumlah model hingga 50 persen dan mengurangi varian serta tingkat kompleksitas produk hingga 75 persen.
Keputusan ini disetujui secara bulat oleh Dewan Pengawas Volkswagen pada 3 September 2026. Selain itu, Volkswagen juga akan melakukan pengurangan tenaga kerja tambahan sekitar 50.000 posisi secara global hingga akhir dekade.
Restrukturisasi
Jumlah tersebut menambah sekitar 50.000 pengurangan tenaga kerja yang sebelumnya telah disepakati, sehingga totalnya mencapai sekitar 100.000 pekerjaan.
Baca Juga : New Suzuki Baleno Kini Mengandalkan Mesin Swift & ADAS

Restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki profitabilitas perusahaan. Volkswagen menargetkan penjualan sekitar 9 juta kendaraan per tahun pada 2030, dengan margin operasional mencapai 9 persen.
Kondisi industri yang semakin kompetitif, khususnya tekanan dari produsen China, menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut. Volkswagen juga menghadapi kapasitas produksi berlebih di Eropa, biaya produksi tinggi, serta tantangan di pasar China.
Baca Juga : Bedah Rahasia Sasis dan Suspensi All-New Pajero, Makin Tangguh!
Evaluasi Masa Depan
Empat fasilitas produksi di Jerman, yakni Emden, Zwickau, Hannover dan Neckarsulm, kini menghadapi ketidakpastian terkait model yang akan diproduksi setelah 2031. Volkswagen akan mengevaluasi masa depan setiap fasilitas berdasarkan kebutuhan produksi dan daya saingnya.
Melalui Future Plan 2030, Volkswagen ingin memiliki organisasi yang lebih ramping dengan portofolio kendaraan yang lebih sederhana. Perusahaan berharap langkah tersebut dapat menekan biaya, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi menghadapi persaingan global yang semakin ketat.