KabarOto.com - Xpeng berencana memperluas bisnis dengan menawarkan teknologi kendaraan listrik kepada produsen otomotif lain. Strategi ini ditujukan untuk membuka sumber pendapatan baru, di tengah persaingan industri mobil listrik China yang semakin ketat.
Menurut laporan Reuters, Xpeng telah menghubungi sejumlah calon mitra yang menunjukkan ketertarikan terhadap teknologinya. Perusahaan asal China tersebut berencana menawarkan arsitektur elektrikal dan elektronik (E/E).
Baca Juga : Mulai Rp29 Jutaan, Honda Stylo Punya Tampilan Baru di Indonesia
Kerja Sama dengan Volkswagen
Juga sistem kokpit pintar, chip AI Turing, serta perangkat lunak Advanced Driver Assistance System (ADAS). Calon pelanggan juga dapat berasal dari perusahaan pengembang software dan pemasok komponen otomotif.
Langkah ini melanjutkan pengalaman Xpeng melalui kerja sama dengan Volkswagen. Kedua perusahaan mulai berkolaborasi pada 2023, mencakup pengembangan platform EV, software dan arsitektur elektronik.

Hasil kerja sama tersebut antara lain Volkswagen ID. Unyx 08, yang mulai diproduksi pada Maret 2026. SUV listrik ini menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt, baterai 85 kWh dan 92 kWh, serta teknologi bantuan berkendara Level 2 dari Xpeng.
Perluas Bisnis Lisensi dan Kustomisasi
Selain teknologi untuk mobil, Xpeng juga berencana memperluas bisnis lisensi dan kustomisasi ke robotaxi, robot humanoid, serta aplikasi physical AI. Perusahaan bahkan telah memiliki tim khusus untuk mengeksplorasi peluang komersialisasi teknologi tersebut.
Baca Juga : Sinergi Honda x Onitsuka Tiger, Pamer Kolaborasi Sepeda Motor di Milan
Strategi ini berpotensi meningkatkan kontribusi bisnis non-otomotif Xpeng. Pada kuartal kedua 2026, pendapatan dari layanan dan bisnis lainnya mencapai sekitar 2,7 miliar yuan atau naik 93,9 persen secara tahunan.
Dengan menjual teknologi dan memberikan lisensi kepada perusahaan lain, Xpeng tidak hanya mengandalkan margin dari penjualan kendaraan. Model bisnis tersebut juga memungkinkan perusahaan memperluas pemanfaatan teknologi yang telah dikembangkan tanpa harus memproduksi kendaraan sendiri.