10 Pemesan Bugatti Centodieci, Masih Harus Bersabar

10 Pemesan Bugatti Centodieci, Masih Harus Bersabar

KabarOto.com - Bugatti Centodieci begitu memukau di 'The Quail - A Motorsports Gathering" 2019 di California. Pesonanya hingga kini masih menjadi perbincangan, terutama para penggemar hypercar.

Nah, purwa rupa sebagai unit pengetesan jelang produksi sudah dimulai oleh manufaktur asal Prancis ini pada Februari 2021 di fasilitas produksi Molsheim. Salah satu daru sepuluh pemesan adalah pemain bola Cristiano Ronaldo.

Baca juga: Hari Valentine Tiba, Bugatti Chiron Sport Jadi Hadiahnya

Masih dalam tahap purwarupa untuk serangkaian pengujian jelang produksi



Memang cukup spesial untuk Bugatti Centodieci ini, karena sebagai penghormatan mobil legendaris Bugatti EB 110. Sebenarnya untuk penghormatan Italian entrepreneur Romano Artioli dan arsitek Giampaolo Benedini. Mereka berdua yang mengkreasikan EB 110 sekitar 30 tahun lalu.

Achim Anscheidt, Design Director Bugatti mengakui merasa tertantang mendesain EB 110 menjadi lebih modern. "Secara bersamaan, kita tak ingin melunturkan ketampanan dan karakter dari EB 110. Tapi secara keseluruhan, super sport car tersebut hingga kini masih memukau dengan desain dan teknologinya."

Bugatti Centodieci dibuat terbatas 10 unit



"Untuk beberapa bulan depan, untuk meracik eksterior dan melakukan berbagai simulasi di terowongan angin," ujar André Kullig, technical project manager for one-off and few-off projects Bugatti.

Adapun tantangan untuk Bugatti Centodieci adalah bentuk yang pipih dengan mesin W16 berkapasitas 8.000 cc. Tenaga yang dihasilkan di angka 1.578 dk tentunya membuat ruang mesin perlu perhitungan pelepasan panas.

Baca juga: Perayaan Kemenangan, Cristiano Ronaldo Boyong Bugatti Centodieci

Bentuk lampu unik



Hal tersebut membuat optimalisasi kisi besar di bagian buritan Centodieci agar panas bisa dilepas secara cepat. Bentuk lampu unik delapan elemen yang sebelumnya sempat menghiasi EB 110 Super Sport.

Harga tanpa ditawarkan, Bugatti Centodieci dilepas harganya delapan juta euro atau setara Rp 137,5 miliar. Tahun depan, mobil yang melibatkan para tangan terampil baru mulai dikirimkan kepada konsumen.