Ini 4 Raksasa Penyedia Transportasi Online Di Dunia

Ini 4 Raksasa Penyedia Transportasi Online di Dunia Layanan Transportasi Online (Istimewa)

KabarOto.com - Seiring dengan semakin berkembangnya era digitalisasi, mendorong gaya hidup masyarakat berubah cukup signifikan. Hal tersebut pun turut terjadi di Indonesia, yang terlihat melalui hadirnya moda transportasi online, yang belakangan semakin dibutuhkan banyak orang untuk menunjang keseharian.

Transportasi online pun semakin diminati, karena layanannya memang sangat memudahkan konsumen. Masyarakat cukup memesan hanya dengan beberapa sentuhan pada layar ponsel. Layanannya pun tidak membutuhkan waktu yang lama, pasca memesan dengan cepat para pengemudi transportasi online siap melayani kebutuhan Anda.

Melihat kebutuhan akan transportasi online semakin meningkat, ternyata di beberapa negara perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis digital tersebut telah berubah menjadi perusahaan-perusahaan besar di segmen tersebut.

Ingin tahu para penguasa transportasi online lebih dalam? Berikut ini KabarOto akan mengulas beberapa perusahaan yang menguasai layanan transportasi online di beberapa negara:

Go-Jek

Go-Jek – Indonesia

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai perusahaan penyedia layanan transportasi online, tak ada salahnya jika kita mendahului buatan negeri sendiri, yakni Go-Jek yang merupakan garapan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Kehadiran Go-Jek sendiri seakan menjawab kebutuhan akan transportasi modern yang cepat dan nyaman bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.

Belakangan, Go-Jek pun tidak hanya menjalin kemitraan dengan para mitra pengemudi yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai penyedia transportasi. Namun juga kini Go-Jek turut menjalin kemitraan dengan Blue Bird Group untuk menambah ketersediaan armadanya yang kini semakin luas.

Berdasarkan data yang diterima KabarOto, hingga akhir tahun 2017 saja, Go-Jek telah memiliki mitra pengemudi sebanyak 900.000 orang, yang melayani sekira 15 juta pengguna setiap minggunya.

Melihat kian berkembangnya era digital di Indonesia, mendorong Go-Jek untuk menyediakan layanan lainnya selain transportasi, seperti jasa antar makanan (Go-Food), isi ulang pulsa (Go-Pulsa), pijat (Go-Massage), hingga jasa bersih-bersih hunian (Go-Clean). Selain itu, Go-Jek pun tercatat melayani lebih dari 100 juta transaksi setiap bulannya.

Semakin pesatnya pertumbuhan bisnis Go-Jek di Tanah Air tersebut, alhasil membuat para investor asing untuk bisa menanamkan modalnya. Tercatat beberapa perusahaan yang terbilang raksasa seperti Google, Tencent, serta Temasek kini masuk dalam deretan investor yang ikut menyuntik modal untuk kemajuan Go-Jek.

Hebatnya lagi, beberapa perusahaan tersebut tercatat telah menanamkan modal hingga US$3 miliar atau setara dengan Rp 40,2 triliun. Dan yang paling segar diingatan adalah raksasa otomotif tanah air, Astra International Tbk yang turut tergiur untuk menanamkan modal senilai US$150 juta atau setara dengan Rp 2 triliun.

Grab

Grab - Singapura

Nama Grab di Indonesia pun tentunya tak asing bagi kita. Ya, perusahaan asal Singapura ini menyediakan layanan transportasi online dengan cakupan yang cukup luas khususnya wilayah Asia Tenggara.

Tercatat Grab telah hadir di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan juga Indonesia.

Seiring dengan perkembangan era digital, Grab pun menjelma menjadi salah satu perusahaan internasional yang cukup diperhitungkan. Perusahaan besutan Anthony Tan tersebut berhasil menguasai 95 persen pasar transportasi online yang berbasis taksi di Asia Tenggara, serta 71 persen pangsa pasar transportasi online yang berbasis kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Pihak Grab mengklaim, setiap harinya layanan transporasi berbasis aplikasi tersebut mampu melayani sebanyak 3 juta perjalanan.

Uber Taxi

Uber - Amerika Serikat (AS)

Layanan Uber bisa dibilang sebagai salah satu pioner dalam industri layanan transportasi berbasis digital. Bagaimana tidak, Uber telah hadir sejak Maret 2009 dan tercatat telah berhasil menguasai setidaknya 74,3% pangsa pasar transportasi online di Amerika Serikat.

Pihak Uber mengklaim bahwa di tahun 2014, pihaknya telah memiliki sebanyak 160.000 pengemudi di Amerika Serikat. Jumlah tersebut terus bertumbuh menjadi 327.000 di tahun 2015. Namun sayang, Uber sendiri seakan enggan untuk mempublikasikan jumlah pengemudinya secara detail.

Pun begitu, dengan asumsi Uber terus menggandakan jumlah pengemudinya setiap tahun, maka total pengemudi Uber di AS per akhir 2017 lalu bisa mencapai sekitar 1,3 juta.

Layanan Uber pun tersedia di 560 kota lain di dunia, termasuk di beberapa negara di Eropa dan juga Indonesia, walau kini sudah berhenti. Layanan Uber termasuk yang cukup merajai di pasar transportasi online di Benua Biru.

Hingga pertengahan tahun 2017 lalu, diketahui bahwa dari enam negara terbesar di Eropa, empat di antaranya menempatkan Uber sebagai pilihan utama dalam layanan transportasi online. Adapun empat negara tersebut antara lain Inggris (68%), Polandia (53%), Prancis (45%), dan Italia (42%).

Didi Chuxing

Didi Chuxing - China

Jika di Indonesia ada Go-Jek, di Negeri Tiongkok nama besar Didi Chuxing sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi online tak perlu diragukan lagi. Pasalnya Didi Chuxing telah hadir sejak tahun 2012 lalu, dan berhasil menjelma sebagai pemain terbesar dalam industri transportasi online di China.

Perusahaan yang bermarkas di Beijing tersebut diketahui juga bergerak dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang kini telah memiliki sekitar 2 juta pengemudi yang tersebar di 400 kota di China. Layanan transportasi online Didi Chuxing sendiri telah digunakan oleh 450 juta pengguna.

Beberapa waktu lalu, Didi Chuxing mengumumkan rencana untuk menawarkan jasa penyewaan sepeda melalui aplikasi terbaru garapannya.