Ada Layanan Fast Charging, Konsumsi Listrik SPKLU PLN Tembus 7,16 Juta kWh

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
Selasa, 07 April 2026
Ada Layanan Fast Charging, Konsumsi Listrik SPKLU PLN Tembus 7,16 Juta kWh

Foto : PLN

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga awal April 2026, frekuensi pengisian daya kendaraan listrik tercatat meningkat hingga 4,14 kali lipat dibandingkan periode mudik Lebaran tahun sebelumnya.

Fenomena ini menjadi indikator kuat, adopsi kendaraan listrik di Indonesia tumbuh pesat dan semakin dipercaya masyarakat untuk perjalanan jarak jauh. Berdasarkan data operasional PLN selama periode 12 hingga 31 Maret 2026, jumlah transaksi pengisian daya di seluruh jaringan SPKLU mencapai 303.234 transaksi.

Baca Juga: Fasilitas Ultra Fast Charging Jadi Primadona, Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor di Lebaran 2026

Angka ini naik drastis dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun 2025. Selaras dengan kenaikan transaksi, konsumsi listrik yang terserap juga melambung menjadi 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat tajam dari 1,75 juta kWh pada musim mudik tahun lalu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama di balik peningkatan kepercayaan pengguna kendaraan listrik. Saat ini, PLN bersama para mitra telah mengoperasikan sebanyak 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh penjuru Indonesia.

Jarak antar-SPKLU kini rata-rata hanya berkisar 22 kilometer, sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan kehabisan daya di tengah perjalanan.

“Lonjakan penggunaan SPKLU selama Lebaran menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Darmawan.

Untuk mendukung mobilitas di jalur mudik utama seperti Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN telah menyiagakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik lokasi strategis. Jumlah unit di jalur utama mengalami peningkatan 70 persen dibandingkan Idulfitri tahun lalu.

Baca Juga: SPKLU Rest Area KM 229B Jadi yang Terbanyak di Indonesia, Titik Penting di Jalur Tol Trans-Jawa

Selain penambahan unit, PLN juga melakukan modernisasi teknologi dengan mengubah titik pengisian standar menjadi tipe fast charging hingga ultra fast charging demi mempercepat durasi pengisian daya.

Peningkatan layanan ini juga didukung oleh pengembangan ekosistem digital melalui aplikasi PLN Mobile. Para pemudik dapat memanfaatkan fitur Trip Planner untuk merencanakan perjalanan berdasarkan ketersediaan stasiun pengisian di rute yang akan dilalui. Fitur AntreEV juga memungkinkan pengguna memantau antrean secara real-time, serta sistem pembayaran non-tunai EV-TAP di jalur Trans Jawa yang membuat proses transaksi menjadi lebih praktis dan cepat.

Tags:

#SPKLU PLN #SPKLU Mobil Listrik #SPKLU Tol Trans Jawa

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan