KabarOto.com - Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Rest Area KM 299B kian mempertegas kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di jalur Tol Trans-Jawa yang menjadi urat nadi mobilitas jarak jauh.
SPKLU ini menjadi salah satu titik strategis bagi pengguna kendaraan listrik untuk melakukan pengisian daya di tengah perjalanan.
Lokasinya yang berada di rest area memungkinkan pengemudi memanfaatkan waktu istirahat sekaligus mengisi ulang baterai kendaraan.
SPKLU Rest Area 229B Jadi yang Terbanyak di Indonesia
Dari sisi teknologi, SPKLU Rest Area 229B umumnya telah dilengkapi fasilitas pengisian cepat (DC fast charging) yang mampu memangkas waktu tunggu secara signifikan.
"Sementara ini jadi SPKLU paling banyak di Indonesia totalnya ada 14, port-nya semua ada 26 ada yang AC-nya 2 unit, dari 180 kW ada, 120 kW ada, 200 kW juga ada," papar Manager UP3 PLN Cirebon, Muhammad Ardian saat ditemui KabarOto di Rest Area KM 229B, Minggu (22/3/2026).
Keberagaman kapasitas dan jumlah pengisian yang tersedia tersebut berdampak langsung pada kelancaran operasional di lapangan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, SPKLU 229B mampu mengakomodir lonjakan pengguna kendaraan listrik, terutama saat periode mudik, tanpa menimbulkan antrean panjang.
"Alhamdulillah karena charger-nya banyak ini, nggak ada antrian selama aktif melayani pemudik tiap mobil juga tidak dibatasi berapa lama charge-nya," jelasnya.
Lebih lanjut, pihak PLN juga mengungkapkan bahwa kapasitas SPKLU 229B masih akan terus dikembangkan guna mengantisipasi pertumbuhan kendaraan listrik ke depan.
Baca Juga: SPKLU Signature Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi, Isi Daya Mobil Listrik Hanya 20 Menit
SPKLU Rest Area 229B akan Menambah Unit Lagi
Saat ini, fasilitas tersebut memiliki total 14 charger dan direncanakan akan mengalami penambahan unit pengisian melalui perluasan area yang sudah disiapkan. Pengembangan ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
"Untuk saat ini memang baru sampai di area ini, tetapi ke depan akan kami perluas lagi. Total saat ini ada 14 dispenser dan nantinya akan di-extend dengan penambahan unit pengisian. Targetnya dilakukan bertahap dan diharapkan bisa rampung hingga akhir tahun," ungkapnya.
Dari perspektif pengguna, fasilitas seperti SPKLU Rest Area 229B memberikan rasa aman saat berkendara jarak jauh. Selain pengisian yang relatif cepat, fasilitas pendukung di rest area seperti area makan, tempat ibadah, dan ruang istirahat turut meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
"Pengisian dayanya cukup cepat dan fasilitasnya juga nyaman perjalanan jadi lebih tenang ya," ujar Indra, salah satu pengguna kendaraan listrik di lokasi.
Dengan semakin bertambahnya jumlah SPKLU di jalur strategis, termasuk di Rest Area KM 229B, Indonesia dinilai semakin siap memasuki era elektrifikasi kendaraan secara masif.
Baca Juga: Mudik dengan Mobil Listrik, Berikut Daftar SPKLU di Tol Trans Jawa
Ke depan, penguatan infrastruktur ini akan menjadi kunci dalam mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Unit SPKLU Rest Area KM 229B
| Kapasitas Charger | Jumlah Unit | Jumlah Port |
|---|---|---|
| 200 kW | 1 unit | 2 port |
| 180 kW | 2 unit | 4 port |
| 120 kW | 6 unit | 12 port |
| 60 kW | 3 unit | 6 port |
| 25 kW | 1 unit | 1 port |
| 22 kW | 1 unit | 1 port |
| Total | 14 unit | 26 port |