Agility dan Track JSI Diajukan untuk Masuk di Program IMI

Alif Sowandono
Alif Sowandono 20 Oct 2015 - 01:31
Agility dan Track JSI Diajukan untuk Masuk di Program IMI
Seperti inilah tantangan di track JSI Megamendung Jawa Barat (foto: Bimo hariyadi/KabarOto)

JSI Agility Competition Series 2015 yang digelar Jeep Station Indonesia di JSI Offroad Track Mega Mendung Jawa Barat bertujuan untuk melatih ketangkasan dan ketrampilan berkendara bagi pencinta jeep. Agar nanti saat melewati track offroad di alam terbuka yang liar sudah terlatih dan bisa melewatinya. Selain itu juga untuk menciptakan atlit offroad muda yang berbakat.

Agility dan track permanen ini juga sedang diperjuangkan oleh Jeep Station Indonesia (JSI) agar terdaftar dan bisa masuk di event rutin Ikatan Motor Indonesia (IMI) ataupun Indonesian Offroad Federation (IOF).

Awal terbentuknya track dan event Agility bermula saat anggota JSI sering mengadakan offroad ke berbagai daerah. Dari offroad itu mereka merasakan sulitnya melintasi track liar yang telah dilewati mobil-mobil pertama sampai ketiga.

"Awal dibuatnya track ini berawal dari hobi offroad di gunung dan alam terbuka, track liar yang dilewati mobil peserta offroad pertama sampai ketiga masih enak untuk dilewati, karena belum digerus sama mobil. Nah yang belakang ini terkadang engga bisa lewat karena jalannya sudah hancur seperti bubur,” papar Jerry Hermawan Lo, Ketum JSI.

Dari situ Jerry Hermawan Lo bersama teman-teman JSI memiliki ide untuk membuat track permanen yang tujuannya untuk memfasilitasi pencinta offroad yang bisa dilewati 20 sampai 50 mobil dengan handicap dan tingkat kesulitan yang cukup. Dari situ terbentuklah agility hingga membuat event rutin. “Akirnya kita buat track ini untuk Agility yang tujuannya melatih ketangkasan dan kecerdasan si pengemudi. Selain harus melewati track lumpur dan batu pengemudi juga harus menghindari cone, karena kalau menyenggol cone pointnya akan berkurang. Dari situ ketelitian dan kecerdasan si pengemudi dilatih untuk mengendarai jeep di medan offroad,” paparnya.

Rizky Santosa, salah satu penggagas track Agility mengatakan Agility ini perminan baru yang menguji ketangkasan, ia menyebutnya Semi Crow Rolling yang salah satu peraturannya adalah ketepatan waktu bukan kecepatan. Dan Agility ini event baru di Indonesia dan di Asia. “Main di Agility ini susah-susah gampang, mau main speed silahkan, mau main TS silahkan, kendaraan speknya harus disesuaikan dengan agility. Kita pernah dapet Muri juga untuk track Agility ini,” papar Rizky.

Rencananya event Agility ini akan diajukan untuk masuk kedalam program Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan juga Indonesian Offroad Federation (IOF) sebagai agenda tahunan. “Sampai saat ini baik dari IMI dan IOF telah datang melihat dan menganalisa dan mereka welcome. Kami berharap Agility ini jadi permainan baru yang menjadi agenda tahunan dan bisa nanti bisa lahir atlit offroad. Karena Agility ini posisinya ada ditengah-tengah antara speed dan TS,” tambahnya.

Setelah Agility Competition Series 5 nanti, Rizky beserta tim akan mempertanggung jawabkan serta mempresentasikan track dan event ini kepada IMI, persiapan untuk presentasi yang akan dilkukan telah 80%. “persiapannya sudah 80% dan mudah-mudahan kita bisa terdaftar dan diakui oleh IMI,” papar Rizky.

Baca juga: