Akibat Virus Corona, Mitsubishi Fuso Alami Penurunan Penjualan Namun Masih Kuasai Pasar

Akibat Virus Corona, Mitsubishi Fuso Alami Penurunan Penjualan Namun Masih Kuasai Pasar

KabarOto.com - Saat ini Indonesia menghadapi pandemik virus Corona atau Covid-19, diberlakukannya masa PSBB (Pemberlakuan Sosial Berskala Besar) dibeberapa wilayah kota Indonesia memberikan dampak kepada dunia industri otomotif, khususnya yang melakukan penjualan unit kendaraan.

Hal ini membuat calon konsumen beberapa merek mobil mengurungkan niat belanja mereka, termasuk untuk melakukan servis dibengkel resminya. Sehingga pandemik memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, termasuk bisnis kendaraan niaga.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Mitsubishi Fuso Alami Penurunan Penjualan Namun Masih Kuasai Pasar

Penjualan unit Mitsubishi Fuso dari bulan Januari hingga April tahun ini hanya membukukan penjualan sebanyak 9.628 unit, turun 28,3 persen. Berbanding terbalik dengan tahun lalu, untuk bulan April saja berdasarkan data Gaikindo, Fuso mencetak penjualan ritel 3.116 unit. Sementara April tahun ini hanya 1.119 unit, artinya turun hingga 64 persen.

Hal itu dikemukakan oleh Naoya Takai selaku Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), tetapi pangsa penjualan nasional, Fuso masih memimpin. "Mitsubishi Fuso tetap mendominasi penjualan pangsa pasar secara absolut, sebesar 47,8 persen," ungkapnya saat teleconfrence via virtual dengan wartawan, kemarin (20/05).

Sektor Medium Duty Truck (MDT) merupakan yang paling merasakan penurunan penjualan, akibat beberapa sektor melambat bahkan berhenti beroperasi.

"Segmen ini paling terasa penurunannya atau drop. Sektor yang meliputi kelapa sawit, batubara, infrastruktur dan logistik. Namun sektor logistik saat ini masih berjalan," ungkap Duljatmono, Direktur Sales dan Marketing KTB.

Baca juga: KTB Luncurkan Paket Servis Spesial Untuk Mitsubishi Fuso

Penurunan penjualan ini tidak membuat KTB merubah komitmennya kepada konsumen, walaupun banyak konsumen yang mengalami kesulitan akibat pandemik Covid-19 ini. "Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan solusi bisnis kepada konsumen, kami menyiapkan program penjualan dan layanan purna jual," tambah Naoya Takai.

Meskipun KTB dan beberapa diler menerapkan WFH (Work From HOme), KTB tetap memastikan konsumen mendapatkan pelayanan 3S (sales, service, spare part).