Aquaplanning BahayaTerabas Banjir, Bagaimana Antisipasinya?

Aquaplanning BahayaTerabas Banjir, Bagaimana Antisipasinya? Foto: Kipli

KabarOto.com - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia di penghujung tahun 2019 menyebabkan muncul genangan hingga banjir di beberapa wilayah. Berbicara genangan, rentan sekali dengan fenomena aquaplanning yang dapat mencelakakan pengendara.

"Aquaplanning terjadi karena ketidakmampuan ban dalam menyibak air di jalan. Sering terjadi dengan kondisi air yang menggenang saat kecepatan kendaraan relatif tinggi," ujar Sony Susmana selaku Safety Driving Instructor ketika diwawancarai tim Kabaroto.

Menurut Sony, lain halnya jika banjir dengan genangan air di atas 30 cm, biasanya diterabas dengan kecepatan kendaraan yang rendah, sehingga efek aquaplanning-nya kecil dan relatif tak berbahaya.

"Ban yang mengambang di pemukaan berair, sudah tentu mengakibatkan pengendalian makin sulit. Kecepatan terjadinya aquaplanning tidak bisa dipatok 60-80 kpj, semua bergantung kondisi kembang ban, makin rendah tinggi sisa ban, makin mudah terkena gejala aquaplanning," ujar Zulfata selaku On Vehicle Test GT Radial ketika diwawancarai tim Kabaroto.

Baca Juga: Pintu Tol Yang Ditutup Jasa Marga Karena Banjir

Zulfata menjelaskan untuk pengendalian kendaraan di permukaan basah diusahakan tidak terlalu banyak reaksi dengan sedikit sudut setir yg dipakai.

"Permukaan basah, reaksi dari sudut setir seperti reaksi pada sirip ikan, mudah bereaksi dengan cepat berbanding permukaan kering. Jangan lupa cek juga tekanan angin ban, sesuaikan dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan," imbuhnya.

Sony pun memberi sedikit instruksi jika posisi Sobat KabarOto berada dalam aquaplanning, "Kurangi kecepatan kendaraan secara terkontrol sebelum masuk ke dalam genangan air, Setelah ban menyentuh genangan, pastikan posisi pedal rem tak diinjak utk menghindari selip. Tahan kemudi ke arah depan sekalipun mobil kehilangan keseimbangan," tutupnya.

Semoga bermanfaat ya Sobat Kabaroto!