Arti Warna Pada Minyak Rem

Arti Warna pada Minyak Rem Minyak Rem (KabarOto/Edo)

KabarOto.com – Mungkin pernah merasa bingung, saat membeli minyak rem tambahan untuk mobil, ternyata warnanya berbeda dengan minyak rem yang dipakai.

Pada tabung reservoir minyak rem berwarna merah, sedangkan minyak tambahan yang dibeli berwarna bening atau bahkan biru. Pertanyaannya, bolehkah mencampur kedua minyak rem yang berbeda warna tersebut dan apakah ada pengaruhnya?

Jawabannya ternyata sederhana, “Tidak ada pengaruhnya, hanya beda warna sebagai pembeda produk merek saja, asal DOT-nya sama,” ucap Suryono, Kepala Mekanik Java Motors, yang berlokasi di bilangan Senen Jakarta Pusat.

Pada dasarnya, warna minyak rem tidak berkaitan dengan kandungan formula di dalam cairan minyak tersebut, namun hanya sebagai tambahan zat perwarna saja.

Ilustrasi Pengisian Minyak Rem


Banyak juga yang mengira bahwa jika minyak rem bening berarti netral, padahal ada juga minyak rem netral berwarna merah.

“Yang dimaksud netral ialah, jika kandungan aditifnya tidak saling menimbulkan reaksi negatif bila dicampur,” lanjut Suryono. (Baca Juga: Flow, Skuter Listrik dengan Kecerdasan Buatan)

Ada beberapa alasan mengapa minyak rem dibuat dengan warna yang berbeda. Pabrikan Jepang misalnya, menganggap warna merah sebagai warna yang paling eye catching. Terutama pada saat terjadi kebocoran, sehingga mudah terdeteksi.

Sementara di Eropa lebih suka menggunakan warna biru, seperti terlihat pada merek ATE. Ada pun minyak rem bening dibuat tanpa zat pewarna, agar dapat mengurangi sedikit biaya produksi.

Di pasaran tersedia beragam merek minyak rem, seperti Shell, Castrol, Prestone, dengan rentang harga Rp 20 – 100 ribu/250 ml.