KabarOto.com - Atlassian Williams F1 Team mengumumkan penunjukan Dan Milner sebagai Chief Engineer of Vehicle Technology. Langkah strategis ini diambil Williams untuk memperkuat struktur teknis mereka di tengah persaingan ketat musim balap Formula 1 2026.
Milner bergabung ke markas Grove setelah menghabiskan 14 tahun masa baktinya bersama Mercedes-AMG Petronas, membawa segudang pengalaman dan mentalitas juara dunia ke dalam tim yang tengah membangun kembali kejayaannya.
Selama lebih dari dua dekade berkarier di Brackley, Milner telah menjadi saksi hidup sekaligus aktor di balik dominasi Mercedes, termasuk kesuksesan meraih delapan gelar juara dunia konstruktor berturut-turut.
Baca Juga: Max Verstappen Pertimbangkan Pensiun dari F1, Soroti Regulasi 2026
Sebelum era Mercedes, ia juga memegang peran krusial di tim Honda dan Brawn GP. Rekam jejaknya yang mencakup bidang integrasi powertrain, desain transmisi, hingga kepemimpinan di departemen R&D, menjadikan Milner salah satu aset teknis paling berharga di paddock saat ini.
Di Williams, Milner akan mengemban tanggung jawab besar untuk memimpin divisi teknologi kendaraan. Ia bertugas menggerakkan program teknologi terintegrasi yang kompleks, baik yang terpasang pada mobil maupun fasilitas pendukung di pabrik.
Fokus utamanya adalah mempercepat konversi ide inovatif menjadi peningkatan performa nyata di lintasan, sebuah aspek yang sangat krusial bagi Williams dalam upaya mereka merangkak naik dari papan tengah klasemen.
Direktur Teknis Williams, Matt Harman, menyatakan bahwa kehadiran Milner adalah bagian dari rencana besar tim untuk kembali ke barisan depan grid. Menurut Harman, Milner memiliki kemampuan langka dalam menyatukan tim multidisiplin untuk menghasilkan performa yang konsisten.
Keahlian Milner dalam filosofi first-principles engineering diharapkan mampu memangkas waktu pengembangan antara simulasi, pengujian di laboratorium, hingga eksekusi di sirkuit.
Memasuki musim F1 2026, Atlassian Williams F1 Team memang tengah berada dalam fase transformasi yang ambisius. Di bawah regulasi teknis yang semakin menantang, performa dua pembalap andalan mereka menjadi sorotan utama.
Dengan stabilitas di balik kemudi, Williams menargetkan hasil yang lebih kompetitif dibandingkan musim-musim sebelumnya, di mana konsistensi poin menjadi target realistis setiap akhir pekan balap.
Performa tim di awal musim 2026 menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan sentuhan teknis lebih lanjut agar bisa bersaing secara rutin dengan tim papan atas seperti Red Bull, Ferrari, dan mantan tim Milner, Mercedes.
Penunjukan Milner dipandang sebagai potongan puzzle terakhir yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi sasis dan integrasi unit daya pada mobil Williams, guna mendukung ambisi para pembalapnya meraih podium.
Baca Juga: Sepak Terjang Kimi Antonelli Berpotensi Mendominasi F1 2026
Dan Milner sendiri mengungkapkan antusiasmenya dalam memulai babak baru ini setelah 20 tahun berada dalam lingkungan yang sama di Brackley.
"Atlassian Williams F1 Team memiliki rencana yang jelas dan ambisius untuk bergerak maju. Saya sangat menantikan untuk membawa pengalaman dan pengetahuan saya untuk membantu mempercepat perjalanan tersebut," ujar Milner dalam pernyataan resminya pekan ini.
Sebagai salah satu tim paling ikonik dalam sejarah Formula 1 dengan koleksi sembilan gelar juara dunia konstruktor, Williams kini berupaya mengembalikan martabat tim di era modern.
Berkat kombinasi kepemimpinan teknis dari Dan Milner dan dukungan dari sponsor utama Atlassian, tim asal Grove ini optimis bahwa masa depan mereka di puncak balap motor dunia akan kembali bersinar dalam waktu dekat.