Beda dengan Motor Trail, Ini Pengertian Motor Trial
Motor Trial (Red Bull)
KabarOto.com - Motor trial, secara anatomi sekilas tergolong mirip dengan motor trail, hanya saja ia memiliki bentuk yang lebih minimalis dibanding trail. Ya, motor trial lebih ringkas, kompak, dan bobotnya ringan jika dibandingkan motor trail.
Hal tersebut karena motor trial murni dipakai untuk melibas rute ekstrem dengan berbagai rintangan, seperti tumpukan kayu, batu, hingga melompat dari satu titik ke titik lainnya.
Bahkan tangki bensin motor trial pun hanya dibuat berukuran 2,7 liter serta tak memiliki jok. Selain untuk memangkas bobot, ridernya sendiri cenderung bakal terus berdiri saat melakukan aksinya demi fleksibilitas tubuh.
Baca Juga: Berikut Macam-macam Istilah yang Kerap Digunakan untuk Balap Liar

Pada dasarnya trial justru lebih lekat dengan cabang olahraga otomotif, yang harus dilakukan dengan motor khusus, yang akhirnya disebut motor trial.
Ciri khasnya adalah bobot sangat ringan, tanpa jok atau sangat minimalis, tangki bensin kecil, dan mesin torsi tinggi pada RPM rendah. Motor trial tidak memiliki jok tempat duduk, karena pengendara hampir selalu berdiri untuk bermanuver, membuat bentuknya sangat ringkas.
Baca Juga: Pemula Masuk, Ini Istilah yang Sering didengar di Balap MotoGP

Motor ini didesain sangat ringan agar mudah diangkat dan bermanuver di rintangan berat. Fokus utama adalah keseimbangan. Motor ini dirancang untuk melambat atau berhenti tanpa pengendaranya menapakkan kaki.
Menggunakan mesin 1 silinder, biasanya 2-tak atau 4-tak mulai dari 125 cc sampai 300 cc yang menyajikan torsi besar di putaran rendah, serta ban khusus yang lembut dengan tekanan angin rendah untuk traksi maksimal.
Motor trial sangat berbeda dengan motor trail (motocross/enduro) yang mengandalkan kecepatan di jalur tanah. Motor trial digunakan untuk kompetisi trial riding yang menguji ketangkasan melibas rintangan.
Tags:
#Trial Game #Trial Bike #Motor Trial