KabarOto.com - Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) dalam gelaran F1 Spanyol 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini, Jumat, (12/6), dipastikan bakal sangat sibuk. Sejumlah tim papan atas telah mengonfirmasi bahwa barisan pembalap muda dari ajang Formula 2 (F2) akan mengambil alih kemudi jet darat milik para pembalap utama.
Langkah ini menjadi momen krusial bagi talenta masa depan untuk membuktikan ketajaman mereka di atas salah satu sirkuit paling representatif yang dikenal sebagai tolok ukur performa aerodinamika mobil Formula 1.
6 Pembalap Muda ikut FP1
Sederet nama beken dari grid F2 siap turun ke lintasan aspal Barcelona. Di kubu Scuderia Ferrari, Dino Beganovic dijadwalkan mengambil alih mobil milik Lewis Hamilton. Kejutan juga datang dari tim baru Cadillac yang menurunkan bintang IndyCar/F2 Colton Herta untuk menggantikan Sergio Perez.
Baca Juga: Jelang F1 Spanyol 2026, Bakal Terasa Sangat Emosional
Saya akan berkendara di sesi FP1, jadi saya sangat bersemangat untuk merasakan pengalaman pertama saya di atas W17. Ini adalah sesuatu yang sudah saya tunggu-tunggu sejak awal tahun ini. Saya juga akan bekerja sangat erat dengan tim sepanjang akhir pekan ini,
ujar Frederik Vesti.
Selain itu, juara bertahan F3 yang kini naik kelas ke F2, Leonardo Fornaroli, bakal menggeber McLaren milik Lando Norris, sementara Luke Browning mengisi kokpit Williams milik Alex Albon.
Tak ketinggalan, Frederik Vesti akan mengendarai Mercedes milik Andrea Kimi Antonelli, Paul Aron di kokpit Audi milik Nico Hulkenberg, dan Ayumu Iwasa menggantikan posisi Isack Hadjar di Red Bull Racing.
Leonardo Fornaroli tidak dapat menyembunyikan rasa antusiasmenya menjelang akhir pekan balap di Barcelona-Catalunya. Pembalap cadangan McLaren Mastercard Formula 1 Team ini dijadwalkan untuk turun langsung di lintasan mengendarai jet darat MCL40 pada sesi Latihan Bebas Pertama (FP1). Bagi Fornaroli, momen ini merupakan pencapaian masif sekaligus debut resminya dalam sesi akhir pekan Formula 1 setelah menempuh perjalanan panjang dan kerja keras selama bertahun-tahun di dunia motorsport.
Jujur, saya senang dan tidak sabar mendapat kesempatan mengendarai MCL40 di sesi FP1 GP Barcelona-Catalunya akhir pekan ini. Ini adalah sesi resmi Formula 1 pertama saya, sebuah momen yang sudah lama saya impikan dan perjuangkan dalam karier balap saya. Fokus utama saya adalah memberikan kontribusi maksimal bagi McLaren Mastercard Formula 1 Team, membantu mereka menyelesaikan seluruh program hari Jumat, serta mengumpulkan data penting untuk persiapan balapan,
ujar Leonardo Fornaroli.
Kesiapan Fornaroli menghadapi tantangan ini tidak lepas dari rangkaian program pengujian mobil sebelumnya atau Testing of Previous Cars (TPC) yang telah ia jalani secara intensif.
Pembalap muda berbakat ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran petinggi tim, termasuk Zak Brown, Andrea Stella, dan Alessandro Alunni Bravi, serta seluruh kru McLaren atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dengan modal pengalaman tersebut, Fornaroli mengaku siap memberikan kemampuan terbaiknya akhir pekan ini.
Biaya Ikut FP1
Bagi para pembalap muda ini, kesempatan melakukan latihan langsung dengan tim F1 bernilai jauh lebih besar daripada sekadar mencetak waktu tercepat. Sesi FP1 di dunia nyata menjadi satu-satunya sarana paling valid untuk membandingkan korelasi data antara simulasi digital di markas tim dengan sirkuit fisik.
Melalui latihan ini, para pembalap F2 dapat mengasah sensitivitas mereka terhadap tekanan downforce yang masif, sistem pengereman karbon yang ekstrem, serta mempelajari metode komunikasi taktis bersama race engineer kelas dunia yang belum pernah mereka rasakan di kategori junior.
Namun, kesempatan emas untuk merasakan sensasi jet darat tertinggi ini tidaklah murah. Di balik layar, biaya yang harus dikeluarkan agar pembalap muda bisa mencicipi mobil F1 modern berkisar antara 200.000 hingga 500.000 Dolar AS (sekitar Rp3,2 miliar hingga Rp8 miliar) per sesi latihan, tergantung pada kesepakatan asuransi komponen dan paket ban yang digunakan.
Angka fantastis ini biasanya ditanggung oleh program akademi pembalap yang menyokong mereka, sponsor pribadi, atau menjadi bagian dari investasi jangka panjang tim F1 yang sedang berburu tanda tangan kontrak pembalap masa depan.
Baca Juga: Bos Mercedes, Ferrari & McLaren Buka Suara Hasil F1 Monako 2026
Regulasi FIA Pembalap F2 di FP1 Formula 1
FIA sendiri menerapkan regulasi yang sangat ketat untuk memayungi partisipasi para pembalap F2 di sesi latihan bebas Formula 1. Berdasarkan aturan resmi badan tertinggi motorsport tersebut, setiap tim F1 diwajibkan memberikan jatah FP1 minimal dua kali dalam setahun kepada pembalap pemula (rookie) yang belum balapan lebih dari dua kali di F1.
Selain itu, pembalap F2 bersangkutan wajib mengantongi Free Practice Super Licence. Syarat untuk mendapatkan lisensi khusus ini adalah pembalap harus sudah mengumpulkan minimal 25 poin Super Licence dalam tiga tahun terakhir atau menyelesaikan minimal enam balapan di F2.
Kombinasi antara aturan wajib dari FIA, ambisi besar dari para pembalap muda, serta kebutuhan tim untuk menguji ketahanan mobil membuat sesi FP1 di Spanyol kali ini menjadi tontonan yang sangat menarik.
Bagi Anda yang ingin melihat peta kekuatan masa depan Formula 1, performa para pembalap F2 di atas aspal Barcelona ini tentu menjadi indikator yang sangat valid. Menarik untuk ditunggu siapakah pembalap muda yang mampu mencetak waktu paling impresif di bawah terik matahari Spanyol minggu ini!