KabarOto.com - BMW iX5 Hydrogen semakin dekat masuk ke tahap produksi massal. SUV bertenaga hidrogen tersebut kini memasuki fase pengujian di kondisi berkendara nyata, sementara BMW secara bersamaan mulai menyiapkan proses produksi sistem fuel cell generasi ketiga.
Prototype iX5 Hydrogen menjalani serangkaian pengujian untuk menyempurnakan integrasi sistem fuel cell, motor listrik, baterai tegangan tinggi, tangki hidrogen dan unit kontrol. Pengujian ini untuk memastikan seluruh komponen bekerja optimal dan menghasilkan karakter berkendara khas BMW.
Performa Samai Mobil Listrik
BMW menargetkan performa iX5 Hydrogen mampu menyamai SUV listrik berbasis baterai. Akselerasi 0-100 kpj ditargetkan kurang dari lima detik, sementara sistem pengereman regeneratif juga mendapatkan pengembangan untuk meningkatkan efisiensi energi.
Baca Juga : MC Group Bawa Shacman X5000 Hybrid, Tawarkan Efisiensi untuk Truk Tambang

Tahap Perakitan
Di sisi produksi, BMW Hydrogen Competence Centre di Munich telah memasuki tahap perakitan selanjutnya untuk sistem fuel cell generasi ketiga. Pada saat yang sama, BMW Group Plant Steyr di Austria mulai memasang peralatan produksi yang nantinya digunakan untuk membuat sistem fuel cell dalam jumlah besar.
Sistem fuel cell generasi ketiga tersebut dikembangkan melalui kerja sama BMW dengan Toyota. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari strategi BMW, untuk mempertahankan pilihan teknologi selain kendaraan listrik berbasis baterai.
Baca Juga : Kawasaki pamerkan Teaser Ninja H2, Muncul di EICMA 2026?
Perkiraan Jarak Tempuh
BMW memperkirakan iX5 Hydrogen versi produksi mampu menempuh jarak hingga 750 km berdasarkan standar WLTP. Pengisian hidrogen juga diklaim dapat dilakukan kurang dari lima menit, jauh lebih singkat dibandingkan pengisian baterai mobil listrik.
iX5 Hydrogen akan menjadi kendaraan fuel cell produksi massal pertama BMW. Kehadirannya sekaligus mempertegas strategi BMW yang tetap membuka berbagai pilihan teknologi, mulai dari mesin pembakaran internal, plug-in hybrid, baterai listrik hingga hidrogen.