Budi Luhur Jajal Motor Listrik Di Sirkuit Sentul, Ini Kecepatan Maksimalnya

Budi Luhur Jajal Motor Listrik di Sirkuit Sentul, Ini Kecepatan Maksimalnya Galih Aji Prakoso mencoba BL-SEV01 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat

KabarOto.com - Setelah beberapa waktu lalu diperkenalkan ke publik, Universitas Budi Luhur akhirnya mencoba ketangguhan motor listrik yang diberi nama Budi Luhur – Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01).

Uji coba yang dilakukan di sirkuit International, Bogor, Jawa Barat ini untuk mengetahui sejauh mana handling motor ini di trek lurus dan tikungan. Selain itu juga untuk memastikan kecepatan maksimal sepeda motor tanpa emisi gas buang ini.

Baca Juga: BL-SEV01 Motor Listrik Buatan Universitas Budi Luhur Diperkenalkan

Dalam melakukan uji coba, Universitas Budi Luhur menggandeng pembalap Galih Aji Prakoso, merupakan alumni Universitas Budi Luhur. Galih diharapkan mengendarai dengan maksimal motor ini dan merasakan kinerja dan performa motor, untuk nantinya memberi masukan kepada Universitas Budi Luhur, agar bisa dikembangkan lebih baik lagi.

Kepala Tim Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur, Sujono mengatakan, Setelah mendapatkan masukan dan data performa usai uji coba perdana ini, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali untuk BL-SEV01 ini.

"Kami akan sempurnakan kembali di Lab Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur,” terangnya, dalam keterangan resmi, Senin kemarin (15/02).

Sedikit informasi tentang BL-SEV01, didukung dengan motor listrik BLDC 96 Volt dengan tenaga mencapai 16 kW. Tenaga tersebut dihasilkan oleh baterai 48Ah dan controller 96 Volt 200 Ampere. Baterai akan terisi penuh setelah dilakukan 4 jam pengecasan.

Baca Juga: Universitas Budi Luhur Tampilkan Motor Listrik UBL CEV01 Bergaya Zoomer

Setelah diuji, hasilnya cukup baik, BL-SEV01 berhasil menyelesaikan 11 tikungan dan trek lurus sepanjang 900 meter. Motor ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 100 kpj.

Saat dipacu dengan kecepatan yang lebih tinggi untuk kedua kalinya, motor mengalami permasalahan saat masuk di tikungan S kecil. Kuda besi ini kembali ke dalam paddock pit dan langsung dianalisis permasalahannya.

Setelah dianalisa, tim menemukan permasalah di bagian gear set. Komponen yang digunakan sekarang ini mengalami pengurangan performa setelah melewati beberapa lap di Sirkuit Sentul.

“Ada permasalahan di gear set depan. Giginya habis karena di tes maksimum di lintasan Sirkuit," terang Sujono. Namun, motor listrik dan baterai tidak mengalami masalah dan masih dalam kondisi normal.

"Kami hentikan pengujian tahap pertama, setelah evaluasi akan kami lanjutkan di Sentul kembali," tutup Sujono.