BYD Daftarkan Enam Paten Baterai Solid-State, Mulai Uji Coba 2027

Selasa, 11 Agustus 2026
BYD Daftarkan Enam Paten Baterai Solid-State, Mulai Uji Coba 2027

Baterai Solid State BYD. (Foto: BYD)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - BYD semakin serius mengembangkan teknologi baterai solid-state untuk kendaraan listrik. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut baru saja mendaftarkan enam paten baru yang berfokus pada peningkatan kinerja dan keandalan baterai solid-state.

Hal ini sekaligus memperkuat rencana memulai produksi skala kecil pada 2027. Teknologi yang dikembangkan BYD mengandalkan pendekatan dual-electrolyte, dengan mengombinasikan elektrolit berbasis halida dan sulfida.

Enam Paten Baru BYD Fokus pada Material Baterai

Konsep ini ditujukan untuk menggantikan elektrolit cair konvensional, sekaligus mengatasi salah satu tantangan utama baterai solid-state. Tantangan tersebut yakni menjaga kontak yang stabil, antara elektroda dan elektrolit selama proses pengisian serta pengosongan baterai.

Baca Juga : Yamaha Y16ZR-R Meluncur di Malaysia, Ohlins Jadi Bawaan Pabrik

Dari enam paten tersebut, empat di antaranya berkaitan dengan material dan struktur kimia baterai. Salah satunya menggunakan lapisan perantara yang dapat menghantarkan ion sekaligus mencegah kontak langsung antara elektrolit halida dan sulfida.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi reaksi kimia yang tidak diinginkan dan meningkatkan usia pakai baterai. Paten lainnya mengusulkan penggunaan lapisan penyangga elektrolit solid di antara material katoda aktif dan elektrolit sulfida. Struktur ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas sekaligus mengurangi risiko thermal runaway.

Struktur Katoda Baru untuk Tingkatkan Performa

BYD juga mengembangkan struktur katoda berlapis yang memadukan material monokristal dan polikristal. Material monokristal memiliki ketahanan lebih baik terhadap keretakan ketika mengalami siklus pengisian dan pengosongan.

Sedangkan material polikristal menawarkan kemampuan pengisian dan pengosongan dengan laju lebih tinggi. Kombinasi keduanya diharapkan dapat menghasilkan kompromi performa yang lebih optimal.

Dua paten lainnya mulai menyentuh aspek kesiapan produksi. Salah satunya menggunakan ionic liquid wetting agent, dengan distribusi bertingkat pada lapisan elektroda untuk memperbaiki kontak antarmaterial dan membantu transportasi ion.

Baca Juga : Ini Alasan Jetour Sukses Borong 3 Trofi GIIAS 2026

Sementara paten lainnya memperkenalkan parameter Re, yakni rasio kontak antara partikel katoda dan elektrolit. BYD menyebut setidaknya 60 persen perimeter partikel katoda perlu bersentuhan dengan elektrolit untuk memperoleh performa yang optimal.

Produksi Uji Coba Baterai Solid-State Dimulai 2027

Meski demikian, keenam paten tersebut belum berarti teknologi sudah siap diproduksi massal. BYD menargetkan produksi uji coba skala kecil baterai solid-state pada 2027, sebelum teknologi tersebut memasuki tahap penggunaan yang lebih luas.

Jika berhasil, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu langkah penting BYD dalam meningkatkan kepadatan energi, daya tahan, serta keamanan baterai kendaraan listrik pada generasi berikutnya.

Tags:

#Mobil Listrik Baterai Solid-State #Baterai Solid-State #Mobil BYD Baru
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan