KabarOto.com - Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, terlihat menjalin komunikasi dengan sejumlah petinggi F1 saat Grand Prix Monako.
Dalam momen tersebut, Stella Li diketahui berbincang dengan CEO F1 Group Stefano Domenicali serta Presiden FIA Mohamed Ben-Sulayem. Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, karena dokumentasinya turut dibagikan ke publik dan memicu berbagai spekulasi mengenai arah langkah BYD ke depan.
Pertemuan antara Stella Li dan Domenicali berlangsung pada 5 Juni, disusul pertemuan dengan Ben-Sulayem sehari setelahnya.
Ini bukan kali pertama Stella Li bertemu dengan kedua tokoh penting tersebut. Sebelumnya, komunikasi serupa juga terjadi saat F1 Abu Dhabi pada akhir 2025.
BYD Berburu Peluang dalam Ajang F1
Dalam sebuah wawancara, Stella Li menegaskan bahwa BYD tengah serius mengeksplorasi masa depan teknologi, termasuk memahami peluang yang bisa dimanfaatkan perusahaan di berbagai sektor.
Pernyataan ini kemudian memperkuat dugaan bahwa BYD tidak hanya fokus pada industri kendaraan listrik, tetapi juga mulai melirik panggung motorsport global.
Spekulasi tersebut semakin menguat setelah pada Maret 2026 muncul laporan bahwa BYD tengah mempertimbangkan untuk masuk ke ajang F1 maupun World Endurance Championship (WEC).
Sebulan berselang, perusahaan secara terbuka mengakui sedang mengkaji kemungkinan peran mereka di F1, terutama setelah adanya pertemuan lanjutan dengan Domenicali di Shanghai.
Baca Juga: BYD Dolphin G DM-i Jaraknya Tembus 1.000 Km, Calon Jadi Andalan Baru
Potensi BYD Akuisisi Saham Alpine
Di sisi lain, rumor yang beredar juga menyebutkan bahwa BYD berpotensi terlibat dalam struktur kepemilikan tim F1.
Salah satu skenario yang mencuat adalah kemungkinan akuisisi sebagian saham tim Alpine. Bahkan, nama Christian Horner turut dikaitkan dalam pembicaraan tersebut, setelah dilaporkan bertemu dengan Stella Li di Festival Film Cannes.
Meski demikian, arah langkah BYD di F1 masih belum sepenuhnya jelas. Ada sejumlah faktor yang membuat rencana ini menjadi menarik sekaligus penuh tanda tanya. Salah satunya adalah perbedaan filosofi antara F1 dan fokus bisnis BYD.
Sebagai produsen yang dikenal kuat di segmen kendaraan energi baru (NEV), BYD selama ini mengedepankan teknologi listrik dan efisiensi energi.
Sementara itu, F1 justru berencana melakukan perubahan regulasi mesin pada 2031 dengan kembali mengedepankan mesin V8 berbahan bakar bensin dengan dukungan elektrifikasi yang lebih terbatas.
Baca Juga: BYD Atto 1 2026 Diluncurkan dalam 4 Varian, Harga Mulai Rp178 Jutaan
Perbedaan arah ini menimbulkan pertanyaan apakah masuk ke F1 akan sejalan dengan visi jangka panjang BYD, atau justru menjadi langkah strategis untuk memperluas eksposur global?
Di tengah dinamika tersebut, satu hal yang pasti, komunikasi intensif antara BYD dan para pemangku kepentingan F1 menunjukkan adanya peluang kerja sama di masa depan. Meski belum ada keputusan resmi, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa peta persaingan di dunia motorsport bisa saja berubah dalam beberapa tahun ke depan.