KabaraOto.com - Nissan secara resmi memperkenalkan kecanggihan sistem berkendara otonom terbarunya, ProPILOT Level 2++, dalam uji coba langsung di jalanan kota Tokyo. Meski secara teknis memiliki kemampuan Level 4 (sepenuhnya otonom), pabrikan memilih untuk memasarkan sistem Level 2++ demi memenuhi regulasi hukum dan tanggung jawab keselamatan yang berlaku saat ini.
Uji coba yang dilakukan menggunakan prototipe Nissan Ariya ini dibekali perangkat keras sangat masif. Tidak kurang dari 11 kamera, 5 unit radar, dan satu unit LiDAR terpasang untuk menciptakan pandangan 360 derajat tanpa celah.
Baca Juga: Teknologi Nissan e-Power Menjawab Kebutuhan Berkendara di Indonesia
Berbeda dengan sistem yang hanya mengandalkan kamera, penggunaan LiDAR memungkinkan mobil mereproduksi ruang dan objek di sekitarnya dalam bentuk 3D. Hal ini mencegah terjadinya halusinasi pada sistem AI saat menemui objek dengan bentuk aneh atau cuaca buruk.
Sistem ProPILOT terbaru ini bekerja dengan menggabungkan dua jalur pemrosesan data, yakni Neural Networks (AI) atau memprediksi pergerakan objek di sekitar dalam beberapa detik ke depan, serta Geometric Algorithms atau menggunakan data fisik dari LiDAR untuk memastikan kebenaran posisi objek.

Jika kecerdasan buatan (AI) merasa bingung terhadap suatu objek, algoritma geometris akan memberikan kebenaran fisik untuk memastikan mobil mengambil jalur paling aman. Dalam uji coba selama 40 menit, sistem ini terbukti mampu bermanuver di persimpangan rumit dan menghindari rintangan tak terduga dengan sangat halus, bahkan disebut lebih baik dari cara mengemudi manusia pada umumnya.
Meski mampu mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia di lingkungan perkotaan yang kompleks, Nissan tetap mewajibkan pengemudi untuk tetap waspada (hands-off, eyes-on).
Baca Juga: Nissan Rogue 2027 Hadir dengan Teknologi e-Power, Siap Ubah Peta Persaingan SUV Hybrid
Alasan utamanya adalah tanggung jawab hukum. Pada sistem Level 4, jika terjadi kecelakaan, tanggung jawab beralih ke pabrikan. Sedangkan pada Level 2++, tanggung jawab utama tetap berada di tangan pengemudi sebagai kapten kapal. Selain itu, biaya perangkat yang mahal untuk mencapai standar otonom penuh masih menjadi tantangan.
Teknologi ProPILOT Level 2++ dijadwalkan akan memulai debut komersialnya tahun depan, dimulai dari generasi terbaru Nissan Elgrand untuk pasar Jepang, sebelum nantinya disebarkan ke model Nissan lainnya secara global pada 2027.