Cara IRC Beri Informasi Seputar Ban Ke Konsumen, Patut Ditiru

Cara IRC Beri Informasi Seputar Ban ke Konsumen, Patut Ditiru Produk-produk unggulan IRC

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 tidak membuat brand pendukung otomotif, seperti ban berhenti untuk memberikan informasi terkait produk-produknya yang berkualitas. Layanan digital seperti media sosial digunakan untuk mengedukasi seputar ban serta tips yang berguna bagi konsumennya.

Swenanda Yoanne Maria selaku Marketing Communication PT Gajah Tunggal Tbk mengatakan, pihaknya telah menciptakan GT Care yang tersedia di website IRC.

Baca juga: IRC Ecotrax Perkenalkan 6 Ukuran Ban Untuk Skutik Dan Uderbone

"Konsumen bisa bertanya seputar ban IRC yang akan diterima dan direspon langsung oleh kami," terangnya. Sementara, untuk penjualan ban, GT terus aktif mengembangkan aplikasi Speedwork, untuk keamanan dan kenyamanan konsumen dengan membeli ban secara online.

Informasi yang diberikan melalui sosial media, bukan hanya produk, tapi juga tips

Strategi yang dilakukan oleh GT untuk mengakomodir keinginan konsumen, membuat perusahaan ban ini mendapatkan penghargaan Indonesia TOP Digital PR Award 2021 dari Tras N Co Indonesia. Dan cara IRC memberikan informasi ini patut ditiru oleh merek lain.

Penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap IRC yang mampu mengimplementasikan pola dan strategi komunikasi, melalui layanan digital platform serta meningkatkan engagement dengan konsumen.

Kondisi pandemik di tengah era digitalisasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PT Gajah Tunggal Tbk untuk terus melakukan inovasi agar dapat terus membuktikan eksistensi kepada masyarakat.

Baca juga: IRC Perkenalkan Ban RMC830 Untuk Balap Dan Harian

Kegiatan biasanya terlaksana secara offline, kini harus beralih menjadi online. Namun, mereka harus beradaptasi dengan kondisi seperti ini, agar menjadi lebih dekat dengan konsumennya.

Diraihnya penghargaan ini, karena IRC dinilai sudah memenuhi 3 parameter penilaian di dunia digital yang meliputi digital media aspect, social engagement aspect, dan digital mention aspect yang dilaksanakan November 2020 – Januari 2021. Survei dilakukan kepada 150 kategori bisnis pada lebih dari 1.000 perusahaan di Indonesia.