KabarOto.com - China memberikan insentif pajak bagi pengembangan baterai sodium-ion, dengan membebaskan dari pajak konsumsi hingga akhir 2028. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong diversifikasi teknologi baterai, sekaligus mempercepat penggunaannya pada kendaraan listrik komersial.
Berdasarkan kebijakan yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, baterai lithium-ion tertentu mulai dikenakan pajak konsumsi, sebesar 2 persen sejak 1 September 2026. Tarif tersebut akan meningkat menjadi 4 persen mulai September 2027.
Baca Juga : Honda CRF1150L Africa Twin 2027, Makin Canggih Pakai Honda Sensing Ride
Sebaliknya, baterai sodium-ion, baterai solid-state, dan fuel cell mendapatkan pembebasan pajak hingga 31 Desember 2028. Insentif ini memberikan keuntungan dari sisi perpajakan, meskipun belum tentu membuat biaya produksi baterai sodium-ion lebih murah dibandingkan lithium-ion.
Di tengah kebijakan tersebut, HiNa Battery menyiapkan fasilitas produksi baterai sodium-ion berkapasitas 10 GWh per tahun di Wuhan. Proyek ini akan dibangun secara bertahap, dengan kapasitas tahap pertama sebesar 3 GWh.

HiNa juga bekerja sama dengan Chengli Special Automobile Group, untuk mengembangkan kendaraan listrik komersial berbasis baterai sodium-ion. Termasuk truk pengangkut sampah, kendaraan pengangkut limbah makanan, dan truk penyemprot jalan.
Baca Juga : GAC Aion Ray 7 Siap Meluncur 12 November, Dibanderol Rp300 Jutaan
Teknologi ini telah diuji pada kendaraan berat. FAW Jiefang melaporkan truk listrik J6P yang menggunakan baterai sodium-ion HiNa berkapasitas 339 kWh mampu mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas, saat diuji pada suhu minus 40 derajat celsius. Kendaraan tersebut telah menempuh lebih dari 15.000 km selama pengujian.
Meski memiliki keunggulan dalam menghadapi suhu ekstrem dan menggunakan bahan baku yang lebih melimpah, baterai sodium-ion masih memiliki kepadatan energi lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion. Karena itu, teknologi ini berpeluang berkembang terlebih dahulu pada kendaraan komersial, dan kendaraan operasional dengan rute tetap.