Citroen CX Mobil yang Mendapat Julukan "Karpet Terbang"
Citroen CX
KabarOto.com - Pada tahun 1974, dunia otomotif menyaksikan kelahiran sebuah mahakarya yang akan mengubah standar kenyamanan dan aerodinamika selamanya. Citroen CX, yang diperkenalkan sebagai penerus dari model DS yang legendaris, segera mencuri perhatian publik internasional.
Mengusung desain yang seolah datang dari masa depan dan teknologi yang melampaui zamannya, Citroen CX tidak hanya sekadar menjadi mobil mewah, melainkan sebuah pernyataan teknis tentang bagaimana sebuah kendaraan seharusnya beroperasi.
Keunggulan utama yang langsung terlihat dari Citroen CX adalah filosofi desainnya. Nama "CX" sendiri diambil dari simbol teknis untuk koefisien hambatan udara (Cx), yang merujuk pada fokus utama pengembangan bodi mobil ini.
Baca Juga: Mengenal VW Golf Mk1, Raja Pertama di Kelas Hot Hatch
Perancang Robert Opron menciptakan siluet fastback yang memanjang dengan kaca belakang cekung yang unik. Desain ini bukan sekadar urusan estetika, bentuk aerodinamis ini memungkinkan CX membelah angin dengan hambatan minimal. Pada gilirannya meningkatkan stabilitas pada kecepatan tinggi dan efisiensi bahan bakar, sebuah inovasi krusial mengingat krisis energi yang melanda dunia pada pertengahan 1970-an.
Masuk ke sisi teknis, Citroen CX mengusung keunggulan yang menjadi identitas mutlak brand asal Prancis ini, suspensi hidropneumatik. Sistem ini menggunakan bola-bola nitrogen dan cairan hidrolik alih-alih per baja konvensional.
Hasilnya adalah kualitas berkendara yang kerap dijuluki sebagai "karpet terbang". Suspensi ini mampu mengisolasi kabin dari permukaan jalan yang kasar, memberikan kenyamanan yang tak tertandingi oleh pesaingnya dari Jerman maupun Inggris.
Selain itu, sistem self-levelling pada suspensi ini memastikan mobil tetap berada pada ketinggian yang sama meski membawa beban penuh, memberikan keseimbangan yang konsisten dalam setiap kondisi perjalanan.
Keunggulan lain yang membuat Citroen CX 1974 begitu spesial adalah pengenalan sistem kemudi Diravi (Direction à rappel asservi). Teknologi ini sebelumnya hanya ditemukan pada model mewah eksotis mereka, SM.
Diravi adalah sistem kemudi bertenaga hidrolik yang memberikan umpan balik berbeda tergantung pada kecepatan kendaraan. Saat mobil melaju pelan atau sedang parkir, kemudi terasa sangat ringan, memungkinkan manuver yang mudah dengan satu jari.
Namun, seiring bertambahnya kecepatan, kemudi akan memberat secara otomatis untuk memberikan stabilitas dan presisi maksimal. Yang paling mengesankan, sistem ini akan secara otomatis mengembalikan roda ke posisi lurus (center) meskipun mobil dalam posisi diam, sebuah fitur yang sangat revolusioner di tahun 1974.
Dari sisi interior, Citroen CX menawarkan kabin yang ergonomis sekaligus provokatif. Insinyur Citroen menantang tradisi dengan menempatkan semua instrumen kontrol di dalam jangkauan jari tanpa pengemudi harus melepaskan tangan dari roda kemudi.
Panel instrumen berbentuk "lunule" (bulan sabit) menampilkan angka kecepatan dalam bentuk piringan berputar di belakang lensa pembesar, memudahkan pengemudi membaca informasi dengan cepat.
Tidak ada tuas lampu atau pembersih kaca konvensional di kolom setir, semuanya dioperasikan melalui tombol rocker yang berada tepat di ujung jari pengemudi. Pendekatan ini memastikan fokus pengemudi tetap seratus persen tertuju ke jalan di depan.
Selain kenyamanan dan teknologi, Citroen CX juga menonjol dalam hal keamanan aktif. Mobil ini dilengkapi dengan sistem pengereman cakram di keempat rodanya yang dioperasikan melalui sirkuit hidrolik tekanan tinggi yang sama dengan suspensi.
Hal ini memberikan daya henti yang luar biasa kuat dan instan. Penempatan mesin secara melintang di bagian depan juga memberikan keuntungan pada ruang kabin yang sangat luas, serta memberikan perlindungan lebih baik saat terjadi benturan dari depan.
Stabilitas kendaraan juga terjaga berkat distribusi bobot yang optimal dan jarak sumbu roda yang panjang, membuat CX sangat sulit terbalik atau kehilangan kendali meski dalam manuver darurat.
Kenyamanan penumpang di baris belakang juga menjadi salah satu keunggulan kompetitif CX. Dengan lantai kabin yang hampir rata karena tidak adanya terowongan transmisi yang besar, penumpang memiliki ruang kaki yang sangat lega.
Baca Juga: 169 Unit Mercedes-Benz EQB Kena Recall, Ada Potensi Terbakar
Kursi-kursinya dirancang dengan busa khusus yang mampu meredam getaran frekuensi rendah yang tidak tertangkap oleh suspensi. Bagi para eksekutif dan pejabat pemerintahan di era itu, Citroen CX adalah kantor bergerak yang mampu membawa mereka dari satu kota ke kota lain tanpa rasa lelah, berkat isolasi suara kabin yang luar biasa kedap.
Sebagai penutup, Citroen CX produksi 1974 adalah bukti nyata dari keberanian sebuah pabrikan untuk tidak berkompromi antara gaya dan substansi.
Mobil ini berhasil memenangkan penghargaan bergengsi European Car of the Year pada tahun 1975, mengalahkan banyak pesaing konvensional lainnya. Warisan keunggulannya tidak hanya berhenti pada angka penjualan yang mencapai lebih dari satu juta unit selama masa produksinya, tetapi juga pada bagaimana ia menginspirasi standar kenyamanan mobil modern saat ini.
Hingga hari ini, CX tetap dianggap sebagai salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah teknik otomotif Prancis, sebuah kendaraan yang benar-benar memahami harmoni antara manusia, mesin, dan udara.
Tags:
#Citroen CX #Mobil Klasik #Mobil Klasik Citroen