KabarOto.com - Sistem pendingin mesin memiliki peran penting dalam menjaga temperatur mesin tetap berada pada kondisi kerja yang ideal. Jika sistem ini tidak optimal, suhu mesin dapat meningkat secara signifikan dan memicu kondisi yang dikenal sebagai overheat.
Kondisi overheat dapat terjadi pada berbagai kendaraan, terutama ketika mobil digunakan dalam perjalanan jauh, menghadapi kemacetan lalu lintas, atau saat suhu lingkungan cukup tinggi. Contohnya saat perjalanan mudik atau liburan. Jika tidak segera ditangani, mesin berpotensi menimbulkan kerusakan pada berbagai komponen penting.
Oleh karena itu para pengemudi sebenarnya dapat mengenali tanda-tanda awal overheat melalui indikator yang muncul pada kendaraan. Dan salah satu tanda paling umum adalah naiknya indikator suhu mesin pada panel instrumen.
Baca Juga: Chery Bagikan Tips Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik

"Jika jarum temperatur sudah mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, sebaiknya pengemudi segera mengarahkan kendaraanya menepi dan tidak memaksakan kendaraan tetap berjalan. Cara ini sebagai langkah meminimalisir kerusakan fatal," kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.
Selain indikator suhu yang meningkat, gejala lain yang dapat muncul adalah keluarnya uap dari bagian kap mesin. Uap tersebut biasanya berasal dari cairan pendingin atau coolant yang mendidih akibat suhu mesin yang terlalu tinggi.
Pengemudi juga bisa merasakan kinerja pendingin kabin atau AC yang tiba-tiba menjadi kurang dingin. Dalam beberapa kasus, performa mesin juga terasa menurun karena mesin bekerja dalam kondisi temperatur yang terlalu tinggi.
Lantas jika kendaraan memang mengalami tanda-tanda tersebut di perjalanan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menepikan kendaraan di tempat yang aman dan mematikan mesin. Hal ini bertujuan untuk menghentikan proses pemanasan pada mesin.
Baca Juga: Tips dan Program Mudik Lebaran dari Mazda Indonesia

Namun pengemudi tidak disarankan langsung membuka tutup radiator ketika mesin masih dalam kondisi panas. Karena tekanan pada sistem pendingin dapat menyebabkan cairan panas menyembur keluar dan berisiko menimbulkan cedera orang disekitarnya.
Sebaiknya tunggu sekitar 15 hingga 30 menit hingga suhu mesin menurun. Setelah itu, pengemudi dapat memeriksa level cairan pendingin pada tangki reservoir. Apabila cairan pendingin berkurang, coolant dapat ditambahkan hingga mencapai batas yang dianjurkan.
"Jika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin, seperti slang radiator atau bagian radiator itu sendiri,” tutupnya.

