Daihatsu Pastikan, Inden Rocky Maksimal Dua Bulan

Daihatsu Pastikan, Inden Rocky Maksimal Dua Bulan Daihatsu Rocky 1.0

KabarOto.com - Banyaknya teknologi baru yang ada pada Daihatsu Rocky, membuat konsumen setiap pabrikan asal Jepang yang bermarkas di Sunter dan Karawang ini tertarik dan melakukan pemesanan. Namun, tingginya animo konsumen, membuat Daihatsu Kewalahan memenuhi permintaan konsumennya.

Bagi yang melakukan pemesanan bulan Maret sampai April 2021 harus sabar menunggu mobilnya sampai ke rumah. Astra Daihatsu Motor (ADM) menjamin, paling lama konsumen menerima SUV compact ini dua bulanke depan.

Apakah benar konsumen akan menerima paling lama dua bulan? Pasalnya Toyota Raize yang dijual oleh kakak mereka Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan inden cukup lama, karena permintaan yang membludak.

Baca juga: Daihatsu Siap Jual Mobil Listrik Di Indonesia, Namun Ada Syaratnya

"Saya koreksi, kalau yang satu mengatakan berbulan-bulan bahkan sampai tahun depan untuk model tertentu, di Daihatsu paling mudah-mudahan dua bulan bisa disuplai," jelas Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, di awal-awal penjualan Daihatsu Rocky, banyak konsumen yang memesan model tertinggi, seperti Daihatsu Rocky ASA, dengan warna two tone, merah hitam.

"Unitnya terbatas, karena itu bagi konsumen yang mau unit ini, pasti akan dikabari untuk nunggu bulan depan atau bulan depannya lagi," terang Hariyadi kepada media.

Bicara soal pemesanan sejak pertama diperkenalkan, 30 April hingga 22 Mei 2021, sudah ada 1.168 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka tersebut melewati target yang ditentukan yaitu 500 unit per bulan.

Lalu apa yang membuat inden hingga dua bulan? dari jumlah SPK 1.168 unit, Daihatsu hanya mendapatkan suplai sekitar 1.136 unit. Jumlah tersebut harus terbagi untuk kebutuhan promosi dan pengenalan produk.

Baca juga: Daihatsu Rocky 1.200 Cc Muncul Di GIIAS, Terlalu Lama?

"Sebagian unit tersebut, outlet store itu ada 255, sebagian digunakan untuk di test course dulu, supaya konsumen bisa melihat langsung, merasakan atau mencobanya," terang pria berkacamata. Untuk kegiatan tersebut sekitar 240 unit, kemudian untuk unit display yang jumlahnya 255 diler, masing-masing satu saja, total jumlahnya hampir 500 unit.

Hendrayadi menambahkan, sebanyak 250 lagi dipakai untuk pameran-pameran di mal dan sebagainya. Total sudah sekitar 750 unit. Sehingga jika dihitung sisanya hanya 350-an. Jumlah itu untuk bulan Mei. Bulan ini, tersisa tinggal 25 unit.

Dan baru 703 unit suplainya sampai 24 Mei, padahal suplai totalnya 1.136 unit. "Sehingga unitnya baru akan disuplai banyak tiga hari terakhir," tutup Hendrayadi. Itu alasan kenapa di diler-diler belum tentu ada unit Rocky.