KabarOto.com - Lencana SSS (Super Sport Sedan) lahir sebagai jawaban Datsun terhadap kebutuhan mobil keluarga yang memiliki performa dan karakter olahraga sejati. Debut kejayaannya dimulai pada akhir era 1960-an lewat lini Datsun Bluebird generasi 510 (di beberapa negara dipasarkan sebagai Datsun 1600 SSS).
Dikembangkan di bawah kepemimpinan rekayasa Nissan yang ambisius, Datsun SSS memadukan bahasa desain tajam bergaya "Supersonic Line" dengan filosofi sedan kompak berbobot ringan yang lincah dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
Baca Juga: RWD Favorit, Ini Sejarah dan Prestasi Opel Manta di Balap Rally
Mesin Imut Namun Sangar

Dari segi teknis, Datsun 1600 SSS dibekali mesin 4 silinder, segaris, SOHC, dan berkapasitas 1.600 cc yang dilengkapi karburator ganda gantung tipe SU dari Hitachi. Racikan tersebut menghasilkan tenaga yang jauh lebih responsif dibanding versi standar.
Keunggulan terbesarnya terletak pada sistem suspensi independen empat roda (rear semi-trailing arm) yang terinspirasi dari sedan premium Eropa seperti BMW 1600-2. Kombinasi mesin tangguh, penggerak roda belakang (RWD), dan pengendalian presisi ini menjadikan Datsun SSS sebagai sedan kompak paling dinamis pada zamannya.
Baca Juga: Sejarah Perjalanan Datsun di Indonesia Sebelum Disuntik Mati
Raja Balap Melawan Raksasa Dunia

Puncak kejayaan Datsun Super Sport Sedan terukir secara dramatis di kancah motorsport internasional. Pada tahun 1970, Datsun 1600 SSS yang dikemudikan oleh Edgar Hermann dan Hans Schüller berhasil meraih kemenangan mutlak di ajang kejuaraan reli paling ganas di dunia, East African Safari Rally.
Keberhasilan menaklukkan medan berat Afrika tidak hanya membuktikan keandalan mekanis Datsun, tetapi juga mengukuhkan reputasi Nissan secara global sebagai produsen mobil reli berdaya tahan tinggi.
Di pasar ekspor, Datsun 510/1600 SSS mendapat julukan terhormat sebagai "Poor Man's BMW" karena mampu menawarkan kualitas handling dan performa khas sedan sport Jerman dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Di Amerika Serikat, varian balapnya mendominasi ajang SCCA Trans-Am 2.5 Trans-Am Championship di bawah bendera Brock Racing Enterprises (BRE), sementara di Australia dan Asia Tenggara, sedan ini menjadi basis favorit bagi para pereli profesional maupun balap klub independen.
Hingga kini, warisan Datsun Super Sport Sedan tetap hidup sebagai salah satu tonggak terpenting dalam sejarah otomotif Jepang. Kombinasi antara kesederhanaan desain, durabilitas mesin L-series, serta kejayaan di ajang balap dunia menjadikan lini Datsun SSS sebagai obyek perburuan bernilai tinggi bagi para kolektor dan antusias kendaraan klasik di seluruh dunia.