Dilema Hino Indonesia Hadapi Pandemik Dan Ekonomi Tahun 2020

Dilema Hino Indonesia Hadapi Pandemik dan Ekonomi Tahun 2020

KabarOto.com - Awalnya banyak pebisnis otomotif yang optimis bahwa tahun 2020 akan menjadi masa depan cerah bagi Indonesia untuk bangkit. Setelah melihat pasar tahun 2019 yang terpuruk akibat suhu politik pemilihan Presiden RI.

Sayangnya kuartal awal tahun 2020, bisnis otomotif Indonesia ternyata tak menunjukkan pengharapannya. Justru masalah baru lebih besar timbul, pandemik Covid-19. Hal ini sangat menghantam peta bisnis yang sudah direkayasa agar bisa bangkit. Tapi bahaya Covid-19 sangat memengaruhi perekonomian global.

Baca juga: Renault Climber Sudah ada di Indonesia, Harga Rp149 Jutaan

Saat bincang di acara Ngovid (Ngobrol Virtual Dulu) bersama rekan jurnalis, Rabu (20/5), Chief Operating Officer (COO) PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), Santiko Wardoyo, mengatakan, "Gara-gara pandemik Covid-19 semuanya berantakan. Berantakan secara internal, domestik, di luar negeri juga berantakan. Jadi semuanya berpengaruh, karena memang permintaan kendaraan komersial bergantung pada pertumbuhan ekonomi."

Dirinya tak menampik bahwa akibat virus Corona ini akan berdampak pada perkembangan semester dua 2020. Apalagi HMSI bukanlah pemain baru di Indonesia, pengalaman selama 37 tahun, pernah melewati panasnya suhu politik tahun 1998.



HMSI yakin bahwa Covid-19 ini akan segera selesai. Bahkan diakui sudah mengatongi izin untuk melakukan produksi meski permintaan akan kendaraan komersial tengah lesu, tapi ini sebagai strategi kendaraan sudah siap bila ada permintaan.

"Kami sendiri di Jatake sebetulnya tetap beroperasi, kita mendapatkan ijin operasi secara tebatas dan kondisi sendiri tidak ada larangan untuk pengiriman. jadi yang di Jatake dan depo-depo di daerah Balikpapan, Banjarmasin, Surabaya, dan Medan saya rasa tidak tutup. jadi otomatis pengiriman tidak ada masalah," sahut Senior Executive Officer Aftersales Service dan Techical PT HMSI Iwan Supriyono.

Beralih keikutsertaan HMSI di acara pameran akbar tahunan yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 yang sedianya digeser ke bulan Oktober. HMSI meyakini masih melakukan studi dan mewaspadai penyebaran wabah virus Corona ini akan berdampak pada kesehatan dan keselamatan pengunjung dan peserta.

Baca juga: Daihatsu Xenia Masih Diminati Masyarakat Indonesia

"Kita sekarang baru mempelajari sampai sejauh mana kondisi ekonomi dan situasinya. Adanya physical distancing akan merepotkan selama pameran. Selain itu biayanya cukup besar dan harus memahami plus minusnya," yakin Santiko.

Masih mengkhawatirkannya penyebaran Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada keikutsertaan HMSI di GIIAS. Tentunya berdampak pula pada kendaraan komersial baru yang dikabarkan akan dipamerkan.

Dibisikkan oleh Santiko, sedianya HMSI akan menghadirkan unit Hino berteknologi standar emisi Euro 4. "Produk baru ini kita juga harus tunggu dulu nanti keputusannya bagaimana, apakah launching euro 4 ini masih jalan atau tidak."

Kondisi ekonomi dan bisnis otomotif yang tengah turun ini, HMSI tak muluk-muluk untuk menetapkan target penjualan 2020, "Sekitar 15-20% dari total penjualan Gaikindo," tegas Santiko.