Dinilai Lebih Kuat, Kementrian PUPR Perluas Penggunaan Aspal Karet

Dinilai Lebih Kuat, Kementrian PUPR Perluas Penggunaan Aspal Karet Ilustrasi perbaikan jalan (PUPR)

KabarOto.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah memulai penggunaan aspal karet untuk penanganan jalan nasional di seluruh Indonesia. Targetnya, pada tahun 2019 ini ada jalan nasional sepanjang 65,56 Km, yang menggunakan campuran aspal karet.

"Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa," kata Basuki Hadimulyo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Pengaturan Titik Awal Conraflow Di Tol Dalam Kota, Berhasil Tingkatkan Kecepatan

Penggunaan aspal karet tersebut, salah satunya terdapat pada pengerjaan preservasi jalan nasional Lintas Tengah Jawa, di ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sepanjang 4,8 km dari total 63.03 km.

"Ada 6 ruas yang dikerjakan, dua di antaranya menggunakan pelapisan aspal karet sepanjang 4,8 km. Yakni ruas Sokaraja-Kaliori sepanjang 2,9 km full aspal karet seluruhnya dan Patikraja-Rawalo sepanjang 1 km dari total panjang 1,9 km, sisanya aspal modified," kata Kepala BBPJN VII, Akhmad Cahyadi.

Menggunakan aspal karet dinilai memiliki daya tahan yang tinggi

Sebelumnya, penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi jalan nasional, salah satunya di ruas Ciawi-Sukabumi dan Jalan Karawang-Cikampek.

Selain preservasi jalan, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan dengan pembuatan drainase baru sepanjang 3,6 km. Pembangunan drainase dengan konstruksi baru, berada di ruas Purwokerto-Patikraja (350 meter).

"Pembangunan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase lingkungan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan sehingga memperpanjang usia layanan jalan," tutur Akhmad dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Ada 9 Ruas Tol Baru Yang Siap Beroperasi Hingga Akhir Tahun 2019

Agar semakin aman dilalui pengendaran saat malam hari, sebagian ruas yang tengah dikerjakan juga telah dilengkapi lampu penerangan menggunakan solar cell, khususnya pada ruas yang melintasi wilayah kota/kabupaten dan titik-titik yang rawan kecelakaan.

Selanjutnya akan dilakukan pelebaran jalan di sejumlah titik

Selanjutnya pada tahun 2020, peningkatan ruas yang belum ditangani akan dilanjutkan dengan melakukan pelebaran untuk jalan yang memiliki lebar kurang dari 7 meter (4,5-5,5 meter) sepanjang 21,7 km.

Baca juga: Modifikasi Honda Jazz Asal Depok Ini Totalitas Banget, Intip Yuk!