Ekspor Produk Otomotif Dan Komponennya Terus Meningkat

Ekspor Produk Otomotif dan Komponennya Terus Meningkat Proses pengkapalan mobil untuk ekpor.

KabarOto.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor produk otomotif dan komponennya terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, ekspor CBU dan CKD tercatat sebanyak 347 ribu unit, serta komponen lebih dari 86,6 juta unit.

“Sampai Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut telah melampaui 50% dari pencapaian ekspor tahun 2018,” ungkapnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Baca Juga: Ekspor Otomotif Nasional Bergejolak, Toyota Bidik Amerika Tengah

Airlangga yakin, sampai akhir tahun 2019, akan terjadi peningkatan volume ekspor produk-produk otomotif tersebut. “Sepanjang 2019, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya sehingga tahun 2025 industri otomotif Nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit ke lebih dari 80 negara,” paparnya.

Komponen pendukung mobil.

Keyakinannya diikuti dorongan pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis. Misalnya, diterbitkannya Peraturan Presiden tentang pengembangan mobil listrik. Dan yang sedang difinalisasi adalah revisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Selain untuk mengatur mobil berbasis baterai listrik, di dalam regulasi itu juga termasuk untuk mobil berbasis flexy engine atau bahan bakarnya yang bisa 100% biodiesel (B100), di mana sudah sesuai standar Euro 4. Pemerintah menargetkan di tahun 2021-2022, B100 sudah bisa diproduksi secara nasional,” paparnya lagi.

Kebijakan yang dibuat pemerintah untuk terus memacu produktivitas dan daya saing industri otomotif agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik dan semakin kompetitif untuk mengisi pasar ekspor melalui penguatan struktur industri.

“Apalagi, berdasarkan peta Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas yang disiapkan untuk memasuki era industri 4.0, Tambahnya.

Baca Juga: Permintaan Meningkat, Pemerintah Pacu Ekspor Mobil Indonesia Ke Beberapa Negara Asean

Industri otomotif dan komponennya menurut Airlangga, menjadi salah satu sektor andalan. Apalagi, pendalaman struktur manufakturnya telah maksimal, mulai dari tersedianya industri bahan baku baja, kaca, karet, dan plastik,” paparnya.