KabarOto.com - Pembalap Formula 1, Max Verstappen, harus puas mengakhiri balapan penuh drama di F1 Miami 2026 pada posisi kelima.
Memulai balapan dari baris depan di posisi kedua, pembalap Oracle Red Bull Racing ini melewati balapan yang kacau, mulai dari insiden tergelincir (spin) di awal lomba hingga sanksi penalti waktu pasca-balapan yang dijatuhkan oleh pengawas lomba (stewards).
Drama bagi Verstappen dimulai sesaat setelah lampu hijau menyala di Miami International Autodrome. Saat memasuki tikungan kedua pada lap pembuka, pembalap asal Belanda tersebut terjepit di atas kerb yang menyebabkannya kehilangan kendali bagian belakang mobil RB22 dan berputar arah.
Baca Juga: Hasil F1 Miami 2026: Kimi Antonelli Menang Kalahkan Lando Norris dan Oscar Piastri
Insiden ini membuatnya merosot jauh ke posisi sembilan, memaksa sang juara dunia untuk melakukan aksi fight back yang luar biasa di sepanjang lintasan jalan raya Florida tersebut.
Strategi Red Bull sempat memberikan harapan ketika Safety Car keluar pada Lap 5 akibat kecelakaan rekan setimnya, Isack Hadjar. Verstappen segera masuk ke pit untuk mengganti ban ke kompon keras (Hard) dan kembali ke lintasan di posisi ke-16.
Dari sana, ia merangkak naik dengan agresif hingga sempat menembus posisi tiga besar. Namun, beban kerja ban yang terlalu lama mulai menggerus performanya di lap-lap akhir, hingga akhirnya ia melintasi garis finis di posisi kelima.
Namun, perjuangan Verstappen tidak berhenti di garis finis. Tim stewards melakukan investigasi pasca-balapan terkait pelanggaran di pintu keluar pit (pit exit).
Berdasarkan bukti video baru, Verstappen dinyatakan bersalah karena ban depan kirinya melewati garis putih solid saat bergabung kembali ke lintasan di bawah kondisi bendera kuning. Akibat pelanggaran Lampiran L, Bab IV Pasal 6 c Kode Sportif Internasional tersebut, Verstappen dijatuhi penalti waktu lima detik.
Meskipun mendapat penalti, posisi Verstappen di urutan kelima tetap aman. Hal ini dikarenakan Charles Leclerc (Ferrari) yang finis di belakangnya juga mendapatkan penalti lebih berat, yakni 20 detik, setelah balapan usai. Hasil ini membuat Verstappen tetap mengantongi poin penting dalam upaya mengejar Kimi Antonelli dari Mercedes yang memenangi balapan dan kini memimpin klasemen sementara pembalap.
Menanggapi jalannya balapan yang penuh lika-liku, Max Verstappen mengakui bahwa ini adalah akhir pekan yang sangat sibuk bagi tim.
"Sayangnya, pada lap pertama saya kehilangan bagian belakang dan berputar di tikungan kedua, yang sangat disayangkan. Saya pulih dengan baik, tetapi kemudian kami harus mengelola dan meminimalkan kerugian waktu. Setelah itu kami memilih untuk melakukan stop awal," ungkap Verstappen.
Baca Juga: Komentar Zak Brown Terkait Perekrutan Gianpiero Lambiase dari Red Bull Racing
Verstappen juga menyoroti kendala teknis pada pemilihan ban yang kurang optimal di akhir balapan.
"Ban hard tidak benar-benar bekerja untuk kami, karena kami tidak memiliki cengkeraman yang baik dan sedikit kesulitan di akhir. Namun, pastinya kami memetik sedikit peningkatan performa yang sangat menjanjikan. Secara keseluruhan, ini adalah akhir pekan yang positif dan menyenangkan bisa kembali bersaing di barisan depan," tambah Verstappen dengan nada optimis.
CEO Oracle Red Bull Racing, Laurent Mekies, memuji semangat juang Verstappen yang mampu bertahan selama hampir 50 lap dengan satu set ban keras.
Menurut Mekies, peningkatan performa RB22 dibandingkan balapan di Jepang lima minggu lalu menunjukkan arah pengembangan yang benar bagi tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut. Fokus tim kini beralih ke seri berikutnya di Montreal, Kanada, untuk terus memangkas jarak dengan Mercedes.