Faktor Cuaca Jadi Tantangan Di Kejurnas Sprint Rally 2021 Putaran Ketiga

Faktor Cuaca Jadi Tantangan di Kejurnas Sprint Rally 2021 Putaran Ketiga

KabarOto.com – Kejurnas Sprint Rally 2021 memasuki putaran ketiga yang berlangsung di Sirkuit Stage Park, Sentul, Jawa Barat. Dan, digelar pada 13-14 Novemeber 2021.

Pada kejuaraan ini akan berlangsung dalam 4 Special Stage (SS), dengan konfigurasi trek clockwise (Searah jarum jam) dan anticlockwise (berlawanan arah jarum jam).

Pada hari pertama yang melombakan 2 SS, Mitsubishi Xpander AP4 yang dikemudikan pasangan Rifat Sungkar dan M. Redwan berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu total 7 menit 4,4 detik. Hasil itu merupakan akumulasi dari SS1 yang membukukan waktu 03:33.5 detik, sementara di SS2 mencatat waktu 03:30,9 detik. Perolehan waktu tersebut lebih cepat 9,7 detik dari pesaing terdekat di Kelas M1 yaitu pasangan Ryan Nirwan dan Adi Indiarto.

Baca Juga : Program Penjualan Mitsubishi Selama GIIAS 2021

Selain di Kelas M, persaingan menarik juga terjadi di Kelas F3 yaitu antara pasangan pereli Rizal Sungkar/Gerry Rosanto dengan pasangan Abram E. Tarigan/Dimas Dwiputra. Juga antara Indie Fiancoko/Fendi Bagus dengan pasangan Farrel HKR/Rulianto Katam di Kelas R2.

Cuaca yang tidak menentu kembali menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh semua peserta yang berjumlah 109 pereli. Kendati demikian lintasan gravel sepanjang 14 km yang ada di track Stage Park Sentul masih layak untuk dilewati.

“Lintasan gravel yang ada di Stage Park cukup menantang dan terbilang bagus. Meski hujan mengguyur namun lintasan masih dapat dilewati semua peserta baik kendaraan four wheel drive maupun two wheel drive,” ucap Rifat Sungkar.

Baca Juga : Mulai Rp 220 Jutaan, Mitsubishi Umumkan 7 Harga Resmi New Xpander Dan Xpander Cross Di GIIAS 2021

Pereli andalan Mitsubishi Xpander Rally Team itu juga mengatakan bahwa kehadiran kon-figurasi trek clockwise dan anti-clockwise turut memberi tantangan yang menarik pada event bertajuk Bintang Automotive Sprint Rally 2021 ini.

“Jalurnya sama, namun karena di balik, tantangannya menjadi berbeda. Di hari pertama ini kebih banyak yang menanjak. Nah nanti di hari kedua akan kebih banyak turunannya. Dan ini salah satu cara yang bagus untuk menambah variasi lintasan pada satu trek yang sama,” ungkap Rifat.