Fernando Alonso: Faktor Teknis Penyebab MP4/30 Gagal Finish

Abdi Kurniawan
Abdi Kurniawan 08 Sep 2015 - 02:52
Fernando Alonso: Faktor Teknis Penyebab MP4/30 Gagal Finish
Fernando Alonso yang menceritakan kenapa dirinya gagal finish (Foto: BBC)

Pebalap McLaren-Honda, Fernando Alonso menunjukkan kekesalannya pada performa balapan di musim Formula 1 2015 yang buruk dengan menimpakan sebagian besar penyebabnya ada pada mesin McLaren-Honda MP4/30 yang memiliki reliabilitas buruk.

Seperti diketahui pada balapan di Monza hari minggu yang lalu, kedua pebalap McLaren start dari barisan tengah dengan selisih perolehan waktu 2.661 detik lebih lambat dari Lewis Hamilton yang meraih posisi pole untuk Mercedes.

Berdasarkan wawancara yang dikutip dari BBC, juara dunia F1 2 kali itu menyebutkan, bahwa di sirkuit yang memiliki 6 tikungan itu dirinya kehilangan waktu 2 atau 3/10 detik ditiap tikungan tersebut.

"Dan, ketertinggalan tersebut harus bisa kami kejar di jalur lurus," sahut Alonso saat menjelaskan perbedaan kecepatan mobil McLaren dengan mobil tim lain.

Menurutnya, mobil MP4/30 sebenarnya merupakan salah satu dari 4 mobil tercepat di Formula 1 bersama Red Bull, Mercedes dan Ferrari. Namun faktor teknis yang menyebabkan McLaren selalu gagal meraih prestasi baik.

Pada berita sebelumnya disebutkan bahwa mesin Honda memang memiliki perbedaan tenaga sebesar 100 bhp dibawah Mercedes, dan komponen teknologi hybrid yang dimilikinya selalu tidak optimal di bagian trek lurus. Hal tersebut berarti bahwa McLaren-Honda sesungguhnya memiliki mesin dengan selisih 300 bhp lebih kecil dari mesin Mercedes, berhubung komponen hybrid pada mesin mobil F1 tahun ini ikut andil dalam menghasilkan tenaga tambahan sebesar 170-190 bhp.

Bos F1 Honda, Yasuhisa Arai mengakui bahwa penggunaan sistem hybrid pada mobil MP4/30 memang menjadi masalah pelik.

"Kami telah mengetahui apa yang menjadi titik lemah mesin kami, dan kami sekarang sedang berusaha memperbaikinya," ujar Arai.

Ia juga menambahkan bahwa perbaikan yang sedang dilakukan Honda saat ini mungkin akan terbayar di musim balap tahun 2016, namun ia mengharapkan perbaikan tersebut dapat selesai dan digunakan tanpa masalah di sisa 7 balapan Formula 1 tahun ini.

Baca Juga: