First Ride - Menjajal Singkat Vespa Sei Giorni II Edition

First Ride - Menjajal Singkat Vespa Sei Giorni II Edition

KabarOto.com - PT Piaggio Indonesia (PID) baru saja meluncurkan Vespa Sei Giorni II Edition hari Selasa (10/11) lalu. Selang 2 hari kemudian, tepatnya hari Kamis (12/11), PID memberikan kesempatan pada KabarOto untuk mengetes secara singkat Vespa Special Edition tersebut.

Secara estetika, warna baru melabur bodi motor pemenang kejuaraan balap Sei Giorni Internazionale yang diadakan di Varese, Italia, pada tahun 1951, yakni Grey Titanio.

Selain itu, terdapat detail berwarna merah pada logo Sei Giorni di bodi samping, sokbreker dan pada peleknya. Adapun decal angka '6' yang jadi ciri khas motor ini, juga front tie berhias warna hitam dof.

Melihat panel instrumen dan lampu utamanya, terdapat spidometer analog dengan dasar putih dan lampu utama yang masih menggunakan warna halogen.

"Hal tersebut memang sengaja kami lakukan untuk mengangkat kesan klasik dari motor ini seperti aslinya," ujar Marco Noto La Diega selaku Presiden Direktur PT Piaggio Indonesia.

Tak seperti saudaranya yang memiliki spidometer digital yang terintegrasi dengan smartphone yakni GTS Supertech 300 HPE, GTV Sei Giorni juga tak dilengkapi dengan Anti Slip Regulation (ASR). Artinya, pemula disarankan berhati-hati karena ada kecenderungan kaget dengan tenaganya ketika gas dibuka.

Baca Juga: Test Ride Vespa GTS 300 Super Tech HPE - Menggeber Vespa Terkencang Dan Tercanggih Di Dunia

Mesin 300cc HPE tak perlu diragukan lagi, mesin yang sama telah KabarOto tes saat menempel di bodi GTS Supertech 300 HPE beberapa waktu lalu. Mesin ini punya silinder tunggal 4 tak dan 4 katup berpendingin cairan dengan injeksi elektronik. Mesin ini dapat memuntahkan tenaga sebesar 23,8 dk dan torsi maksimum 26 Nm. Ini adalah mesin terkencang yang dimiliki Vespa hingga saat ini.

Soal handling, kurang lebih sama dengan GTS 300 Supertech, hanya saja setang terasa sedikit lebih berat ketika berbelok. Sisi positifnya, motor tak mudah goyang ketika berakselerasi atau mengejar kecepatan maksimum karena tetap stabil.

Stangnya menganut model semi naked layaknya Sei Giorni era 50-an ditambah lampu halogen yang berada di sepatbor depan ala retro, diperkuat dengan angka '6' di sayap depan dan bodi samping yang melambangkan kejayaan masa lalunya di dunia balap. Namun, meski berkonsep retro, lampu belakangnya sudah menggunakan tipe LED.

Tak banyak fitur di motor ini, mesin dan postur tubuh Vespa big body ini sedikit banyak sudah KabarOto rasakan saat mengetes GTS Supertech 300 HPE beberapa waktu silam. Mau tahu ketika kami melakukan tes singkat Piaggio MP3 2020 Sport Advanced HPE? Tunggu berita selanjutnya, ya.