KabarOto.com - Foton menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi mobilitas bisnis di Indonesia melalui partisipasinya di ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 8 hingga1 1 April 2026.
Pihaknya menghadirkan pendekatan kendaraan komersial berbasis listrik eTunland yang dibanderol Rp780 juta sebagai solusi masa depan yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan bagi berbagai sektor industri.
Baca Juga: JAC Motors Tawarkan Jajaran EV dan Program Selama Giicomvec 2026

"Melalui inovasi kendaraan listrik, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan bisnis dapat berjalan lebih efisien, berkelanjutan, dan dapat diandalkan," ujar Luis Huo dari Foton Global.
Di Indonesia, komitmen ini diperkuat melalui strategi jangka panjang yang berfokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial.
COO Foton Indonesia, Edi Napis, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis dengan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis.
Hal tersebut didukung dengan langkah pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi di sektor otomotif, termasuk segmen komersial, sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi energi dan transisi menuju mobilitas lebih ramah lingkungan.
"Foton hadir di Indonesia tidak hanya untukm enghadirkan produk, tetapi sebagai mitra yang mendukung transformasi operasionalb isnis melalui solusi mobilitas yang terintegrasi dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca Juga: Ada New Carry Box MBG, Ini Program Suzuki Indonesia Selama GIICOMVEC 2026

Selain double cabin listrik eTunland, selama pameran berlangsung, Foton turut menampilkan eView Connect sebagai van listrik yang andal untuk mobilitas operasional, eTruckmate sebagai truk listrik ringan untuk kebutuhan logistik, serta eMiler dan eAumark yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan distribusi dan logistik.
Foton Indonesia juga memperkuat komitmennya melalui perakitan kendaraan secara lokal dengan skema CompletelyK nocked Down (CKD) di Pulo Gadung, Jakarta, khususnya untuk model eMiler, eAumark, dan eTruckmate.
Selain itu, kendaraan yang dirakit telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 36,25%.

