KabarOto.com - GAC Indonesia dorong ekspansi kendaraan listrik di Tanah Air melalui kerja sama strategis dengan Grab Strategic Cooperation yang melibatkan PT Juntu Technology Indonesia.
Kolaborasi ini difokuskan pada percepatan adopsi kendaraan listrik, khususnya dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi mobilitas berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga integrasi kendaraan listrik ke dalam transportasi harian.
Melalui kerja sama ini, GAC dan Grab membuka peluang penggunaan EV di layanan transportasi digital, khususnya ride-hailing yang memiliki intensitas operasional tinggi.
Juntu Technology Perkuat Struktur Ekosistem EV
PT Juntu Technology Indonesia, yang terlibat dalam kolaborasi ini, merupakan bagian dari Juntu Technology yang bergerak di sektor investasi dan pengembangan rantai industri kendaraan energi baru secara global.
Baca Juga: GAC Indonesia Batal Luncurkan E9 & Emzoom di GIIAS 2026, Ternyata Ini Penyebabnya
Perusahaan ini mendapat dukungan dari ICAP (Infinite Capital Holding Company) serta sejumlah mitra industri lainnya. Kehadiran Juntu memperlihatkan meningkatnya minat investor global terhadap pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Kerja sama GAC dan Grab ini juga merupakan bagian dari pengembangan strategi regional di Asia Tenggara yang berfokus pada mobilitas berkelanjutan berbasis kendaraan listrik.
Keduanya menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar utama kendaraan listrik, terutama dengan meningkatnya adopsi EV di sektor transportasi publik dan digital.
Juntu ini dari ICAP di sananya, basic-nya, dasarnya adalah kan online taxi, itu major business-nya dia di sini dan dia mau bawa ke sini menggunakan Aion dan collab dengan menggunakan platform dari Grab. Tentunya kita sambut dengan baik dong, untuk bahwa memperbanyak penetrasi mobil Aion di Indonesia,
ujar CEO GAC Indonesia, Andry Ciu saat ditemui KabarOto di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Diperkuat Infrastruktur Charging Starvo
Selain integrasi kendaraan, penguatan infrastruktur pengisian daya juga menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun. Hal ini didukung melalui kerja sama dengan Starvo sebagai operator jaringan charging kendaraan listrik di Indonesia.
Ketersediaan infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung operasional kendaraan listrik, khususnya untuk penggunaan intensif pada layanan transportasi.
Baca Juga: Leapmotor Tebar 3 Model Baru, C10, C11, C16 Harga Mulai Rp330 Jutaan
Andry menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi GAC di pasar kendaraan listrik nasional.
Nah, ini harapannya dengan ada Juntu, kerjasama sama Juntu, Juntu ini kan membuat armada sendiri yang menggunakan platform Grab. Harapannya penetrasinya jauh lebih bagus, karena targetnya dia segera mungkin harus ada 3000 unit tambahan,
tutup Andry kepada KabarOto.