Geely Ungkap Ada Hubungan Induk dengan Aletra, Strategi Baru Sedang Dikaji
Logo Geely terpampang di haedlamp Aletra L8. (Foto: KabarOto)
KabarOto.com - Strategi banyak merek, satu pabrik yang dipakai pabrikan otomotif Tiongkok bukan suatu yang kebetulan, tapi hasil dari kombinasi realitas pasar domestik, kebijakan industri, dan target ekspansi global yang mereka terapkan secara matang.
Kali ini, sorotan tertuju pada Geely dan Aletra, dua merek yang disebut memiliki hubungan di level perusahaan induk. Wacana tersebut muncul ke permukaan setelah adanya diskusi internal terkait kemungkinan penjualan Aletra melalui jaringan diler Geely di Tanah Air.
Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia menjelaskan bahwa tren konsolidasi dan afiliasi antar pabrikan Tiongkok memang menjadi strategi global untuk memperluas pasar, termasuk di Indonesia.
"Dengan strategi itu, Geely akan lebih fleksibel dalam mengembangkan produk dan melakukan ekspansi pasar," katanya saat di jumpai KabarOto, Jakarta (3/2/2026).
Aletra Diakui "Sedarah" di Level Induk
Lalu mengerucut soal hubungan Geely dengan Aletra, merek yang belakangan mulai dikenal di pasar kendaraan listrik Indonesia, memiliki keterkaitan di tingkat perusahaan induk.
"Kalau parent company-nya, sedarah," jawabnya singkat dan tegas.
Meski demikian, Geely menekankan bahwa situasi di Indonesia memiliki dinamika tersendiri. Aletra sudah memiliki distributor lokal, dan hal tersebut tetap menjadi faktor utama yang dihormati.
"Tapi di sini karena Aletra sudah ada distributor, kita akan respect distributor lokalnya,” ujarnya.
Baca Juga: Test Drive Geely EX2 Max Jakarta-Cibodas, Performa Ideal dan Kenyamanan Jadi Poin Utama
Geely Isyaratkan Aletra Bisa Hadir di Jaringan Diler
Namun, pintu peluang tidak sepenuhnya tertutup. Diskusi mengenai potensi penjualan Aletra di jaringan diler Geely disebut sudah berlangsung.
"Kami sudah diskusikan juga, misalnya beberapa kemungkinan di beberapa outlet kami boleh menjual Aletra. Itu sudah kita diskusikan," terangnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa wacana penjualan Aletra melalui diler Geely masih berada di tahap awal, namun cukup serius untuk dibahas di level strategis.
"Kita masih harus fine tuning untuk beberapa hal, bagian dari diskusi kami waktu itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Aletra L8 Optimis Hadapi Persaingan Mobil Listrik Berkapasitas Tujuh Penumpang
Wacana Geely dan Aletra ini sekaligus memperlihatkan pola besar industri otomotif Tiongkok satu induk, banyak merek, dan jaringan yang saling bersinggungan. Strategi tersebut memungkinkan efisiensi biaya, fleksibilitas pasar, sekaligus penetrasi cepat tanpa harus membangun jaringan dari nol.
Jika realisasi penjualan lintas merek ini benar-benar terjadi, Indonesia berpotensi menjadi contoh konkret bagaimana strategi multi brand ala Tiongkok diterapkan secara nyata, bukan hanya di atas kertas korporasi.
Untuk saat ini, Geely dan Aletra masih berada di fase penjajakan. Namun satu hal sudah jelas keduanya bukan sekadar tetangga bisnis, melainkan memiliki keterkaitan struktural di level perusahaan induk global.
Baca Juga: Perbedaan Geely EX2 Pro dan Geely EX2 Max, Simak Penjelasannya
Tags:
#Geely Auto Indonesia #Aletra Indonesia #Mobil Listrik Tiongkok