Gojek Mulai Gunakan Sekat Pelindung Untuk Layanan GoRide

Gojek Mulai Gunakan Sekat Pelindung untuk Layanan GoRide Ilustrasi layanan GoRide (Gojek)

KabarOto.com - Setelah dihentikan sementara dalam jangka waktu lebih dari 2 bulan, perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis online, Gojek, akhirnya kembali menghadirkan layanan GoRide.

Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, mulai minggu ini Gojek telah melakukan uji coba penggunaan sekat pelindung, yang berfungsi meminimalisasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 melalui droplet.

Baca Juga: Cek Persiapan New Normal, Presiden Jokowi Naik Mobil Baru Ke Bekasi?

Shinto Nugroho Chief of Public Policy and Government Relations Gojek menjelaskan fasilitas yang menjadi bagian dari inovasi kesehatan Gojek ini, merupakan standar baru layanan Gojek, sehingga pengguna dan mitra tidak dikenakan biaya tambahan.

"Lewat uji coba sekat pelindung di GoRide ini, kami mencari solusi teraman bagi mitra kami sehingga dapat tetap membantu masyarakat untuk bermobilitas sesuai dengan protokol kesehatan," tutur Shinto.

Gunakan pelindung transparan (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

Lebih lanjut Shinto menambahkan, Setelah uji coba ini pihaknya akan meneruskan masukan yang didapat di lapangan, khsusnya dari mitra driver maupun penumpang sebagai bahan evaluasi.

"Sehingga nantinya, tercipta suatu standar yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil ditinjau dari aspek kesehatan, maupun keamanan dan kenyamanan saat berkendara di jalan," jelas Shinto.

Rencananya, sekat pelindung pada GoRide akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia.

Baca Juga: Sebanyak 2.226 Mobil Honda Milik Dokter Telah Terdaftar Diservis Gratis

"Kami mencari solusi teraman bagi mitra kami sehingga dapat tetap membantu masyarakat untuk bermobilitas sesuai dengan protokol kesehatan," pungkas Shinto.

Sejalan dengan itu, Gojek juga mewajibkan penumpang dan mitra driver untuk menggunakan masker selama perjalanan.

Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat laporan di aplikasi.