Harga XPeng Mona L03 Mulai Rp400 Jutaan, 10 Fakta SUV Coupe Listrik yang Bikin Penasaran

1 jam, 9 menit lalu
Harga XPeng Mona L03 Mulai Rp400 Jutaan, 10 Fakta SUV Coupe Listrik yang Bikin Penasaran

XPeng L03 dibekali fitur canggih di kelasnya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - XPeng Mona L03 resmi melakukan debut di Indonesia melalui GIIAS 2026, dibanderol kisara Rp400 - Rp500 jutaan. Kehadiran SUV listrik bergaya coupe ini menjadi salah satu perhatian, terlebih Indonesia menjadi negara kedua yang memperkenalkan model tersebut setelah kemunculannya di Munich, Jerman, pada 16 Juli 2026.

Mengusung konsep Next-Generation AI SUV Coupe, XPeng Mona L03 tidak hanya menawarkan desain yang berbeda dari SUV listrik pada umumnya. Mobil ini juga membawa teknologi, performa, serta pilihan sistem penggerak yang cukup beragam.

Baca Juga: XPeng G9L, XPeng X9 dan G6, Apa Bedanya Kalau Dilihat dari Jenis dan Kapasitas?

Di balik tampilannya yang futuristis, ternyata ada sejumlah fakta menarik mengenai XPeng Mona L03 yang belum banyak diketahui. Berikut 10 di antaranya.

1. Bukan Sekadar Mobil Listrik Murah

XPeng Mona L03 memang diposisikan dengan harga kompetitif di pasar asalnya. Di China, harga model ini disebut mulai sekitar 123.800 yuan.

Namun, banderol tersebut tidak serta-merta membuatnya bisa disebut sebagai mobil listrik murah biasa. XPeng membekali Mona L03 dengan sejumlah teknologi yang umumnya ditemukan pada kendaraan dengan kelas harga lebih tinggi.

Strategi tersebut membuat Mona L03 mengandalkan pendekatan value engineering, yakni menghadirkan teknologi dan fitur yang relatif lengkap dengan harga yang tetap kompetitif.

2. Ada Versi EV dan Range Extender

Salah satu fakta menarik dari XPeng Mona L03 adalah pilihan sistem penggeraknya. Model ini tersedia dalam versi full electric (BEV) dan EREV atau range-extender electric vehicle.

Versi listrik murninya menawarkan jarak tempuh hingga ratusan kilometer, sementara varian range extender diklaim mampu mencapai total jarak perjalanan hingga 1.330 km.

Perbedaan konsep ini membuat konsumen memiliki pilihan antara mobil listrik murni atau kendaraan dengan motor listrik yang didukung mesin bensin sebagai generator.

3. Punya Kemampuan Komputasi hingga 2.250 TOPS

XPeng Mona L03 tidak hanya mengandalkan motor listrik. Salah satu bagian menarik justru berada di balik sistem komputasinya.

Varian tertinggi disebut menggunakan dual AI chip dengan kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS.

Kapasitas tersebut menjadi fondasi untuk berbagai fitur berkaitan dengan kecerdasan buatan dan sistem bantuan pengemudi. XPeng juga menyiapkan kemampuan pengembangan fitur melalui pembaruan perangkat lunak atau OTA (Over The Air).

4. Tidak Mengandalkan LiDAR

Di tengah tren mobil listrik China yang mulai banyak menggunakan sensor LiDAR, XPeng Mona L03 mengambil pendekatan berbeda.

Mobil ini mengandalkan kombinasi kamera dan teknologi AI untuk mendukung sistem pengemudi cerdasnya.

Pendekatan tersebut juga digunakan oleh sejumlah produsen kendaraan lain dan memungkinkan sistem persepsi kendaraan dikembangkan tanpa ketergantungan pada sensor LiDAR.

5. Desainnya Digarap Mantan Desainer Ferrari

Desain menjadi salah satu daya tarik utama XPeng Mona L03. Menariknya, pengembangan desain model ini melibatkan Rafik Ferrag, yang dikenal sebagai mantan desainer Ferrari dan kini berkiprah di XPeng.

Tak heran jika bahasa desain Mona L03 terlihat berbeda dari SUV listrik konvensional. Siluet coupe, bodi yang aerodinamis, serta garis desain yang mengalir menjadi bagian dari karakter utamanya.

6. SUV dengan Gaya Fastback Coupe

Sekilas melihat XPeng Mona L03, bentuknya bisa membuat orang mengira mobil ini merupakan sedan.

Namun, XPeng memosisikannya sebagai SUV Coupe. Atap bagian belakang dibuat landai menyerupai fastback, sementara proporsi bodinya tetap memberikan karakter SUV.

Konsep seperti ini membuat Mona L03 berada di antara karakter SUV dan coupe, sekaligus menjadi pembeda di tengah semakin banyaknya SUV listrik di pasar.

7. Akselerasi 0-100 Kpj Cuma 6,6 Detik

Harga kompetitif bukan berarti performanya biasa saja.

XPeng Mona L03 diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 kpj dalam 6,6 detik pada konfigurasi tertentu.

Angka tersebut menunjukkan karakter Mona L03 tidak hanya mengedepankan efisiensi, tetapi juga memberikan performa yang cukup responsif untuk penggunaan sehari-hari.

8. Isi Baterai 10-80 Persen Hanya 20 Menit

Waktu pengisian menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih mobil listrik.

XPeng Mona L03 dibekali kemampuan DC fast charging, dengan waktu pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen sekitar 20 menit.

Teknologi ini membuat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai menjadi lebih singkat, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.

9. Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Awal Global

XPeng Mona L03 tidak hanya disiapkan untuk pasar China.

Setelah diperkenalkan di Munich, Jerman pada Juli 2026, model ini kemudian tampil di Indonesia melalui GIIAS 2026. Menariknya, versi setir kanan juga diperkenalkan di Indonesia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa XPeng menyiapkan Mona L03 untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar China.

Meski demikian, status XPeng Mona L03 di Indonesia pada GIIAS 2026 masih dalam tahap perkenalan, sehingga detail mengenai peluncuran dan harga jual resminya perlu menunggu informasi lanjutan dari XPeng.

10. Punya Rating Keselamatan Bintang Lima

XPeng Mona L03 juga membawa perhatian pada sektor keselamatan.

Model ini disebut telah memperoleh rating bintang lima dalam pengujian keselamatan, termasuk dari lembaga pengujian di sejumlah pasar.

Namun, hasil pengujian keselamatan harus dilihat berdasarkan lembaga, tahun pengujian, serta spesifikasi kendaraan yang diuji, karena standar dan konfigurasi kendaraan dapat berbeda di setiap wilayah.

Spesifikasi XPeng Mona L03

Mengacu pada spesifikasi yang tersedia untuk pasar China dan konfigurasi global, XPeng Mona L03 menawarkan beberapa pilihan sistem penggerak.

Pada varian Standard Range RWD, mobil menggunakan satu motor listrik dengan tenaga sekitar 241-245 dk, dipadukan baterai LFP sekitar 58 kWh. Jarak tempuhnya disebut mencapai sekitar 444 km berdasarkan WLTP.

Kemudian terdapat Long Range RWD yang masih menggunakan satu motor listrik, tetapi dengan baterai sekitar 69-71 kWh. Tenaganya berada di kisaran 241-249 dk, sementara jarak tempuh mencapai sekitar 520 km WLTP.

Untuk konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi, tersedia AWD Performance dengan dua motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sekitar 382-388 dk, dengan jarak tempuh sekitar 440 km berdasarkan WLTP.

Sementara itu, versi REEV (Range Extended Electric Vehicle) mengombinasikan motor listrik bertenaga sekitar 249 dk dengan mesin bensin 1.500 cc sekitar 95 dk yang berfungsi sebagai generator.

Baterainya berkapasitas sekitar 37,2 kWh dan mampu menempuh sekitar 315 km dalam mode listrik murni. Jika baterai dan generator digunakan bersama, total jarak tempuhnya diklaim mencapai hingga 1.330 km.

Baca Juga: XPeng G9L, SUV Listrik 5,1 Meter dengan 577 Dk Siap Lakukan Debut!

Dengan pilihan teknologi tersebut, XPeng Mona L03 menjadi salah satu model yang menarik perhatian di GIIAS 2026. Namun untuk pasar Indonesia, konsumen masih perlu menunggu informasi resmi mengenai varian, spesifikasi final, harga, serta jadwal penjualan.

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
* Belum termasuk Asuransi dan Diskon
 

Tags:

#XPeng G9L #Xpeng Mona L03 #Xpeng Mona L05 SUV
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan