Harley-Davidson Fat Boy 114 MY2018 - Ban Lebar Demi Torsi 148 Nm

Kamis, 22 Maret 2018
Harley-Davidson Fat Boy 114 MY2018 - Ban Lebar Demi Torsi 148 Nm

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com – Mendatangi Siliwangi Harley-Davidson of Bandung, KabarOto susah melepaskan pandangan pada sesosok motor yang dipajang khusus di tengah bagian showroom. Ini lah Harley-Davidson Fat Boy 114 versi 2018, salah satu varian HD dengan ban belakang terlebar saat ini.

“Ini generasi terbaru Fat Boy untuk model year 2018, sudah pakai mesin Milwaukee-Eight 114, mesin paling besarnya,” urai Kris Kharisma, General Manager SHD yang ditemui KabarOto.

Menilik sejarahnya, Fat Boy dengan kode FLSTF ini tenar ketika dipakai pada film Terminator 2: Judgment Day. Saat itu, kejar-kejaran di saluran pembuangan air, Arnold Schwarzenegger yang mengendarai Fat Boy harus kabur dari kejaran truk.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Motor Harley-Davidson di Bandung

Tenar di film, keluarga Fat Boy berevolusi hingga varian terkini menggunakan kode FLFBS (untuk mesin Milwaukee-Eight 114). Namun kesamaannya adalah pelek solid untuk roda depan dan belakang, walau tetap ada aksen dan motif.

Fat Boy sendiri masuk di keluarga Softail pada silsilah Harley-Davidson. ‘Adik’ dan ‘kakaknya’ ada Street, Sporster, Touring dan CVO.

Nah pada Fat Boy MY2018 ini, cukup banyak improvement yang dilakukan Harley-Davidson. Misalkan saja sasis yang didesain ulang dengan penggunaan suspensi lansiran Showa. Bedanya ada di bagian belakang, dimana swing arm punya konfigurasi berbeda.

Hasilnya, sokbreker belakang yang tadinya ada di kolong bagian tengah, kini berpindah di bawah jok. Serunya, ada setelan sokbreker untuk menyesuaikan gaya berkendara pemiliknya.

Fat Boy sendiri ada pilihan mesin, yakni 107 dan 114. Sama-sama Milwaukee-Eight, namun yang dipajang di Siliwangi Harley-Davidson of Bandung adalah mesin terbesar, yakni Milwaukee-Eight 114. Bedanya di kubikasi sesuai kebiasaan Amerika, versi 107 berarti punya kapasitas 1.746 cc, sementara 114 berarti berkapasitas 1.868 cc.

Bayangkan, kapasitasnya lebih besar dari MPV yang lagi tenar saat ini, Wuling Cortes di 1.798 cc, bahkan beda tipis dengan Toyota Kijang Innova bensin yang 1.998 cc.

Nah, Harley lebih senang menunjukkan besaran torsi untuk identitasnya. Fat Boy 114 ini punya torsi sebesar 148 Nm! Memang lebih kecil dari kedua MPV tersebut yang sudah di atas 170 Nm. Tapi mesti diingat, torsi sebesar itu hanya untuk ke sebuah roda belakang loh. Plus, bandingkan bobot yang hanya 317 kg daripada MPV yang di atas 1 ton.

Mau sprint ala Arnold di Terminator, pasti mudah saja dilakukan, kalau memang punya nyali berlebih.

Tertarik memilikinya? Sambangi langsung Siliwangi Harley-Davidson of Bandung di Jl. Wastukencana No.105, Bandung atau janjian melalui telepon di nomor 022-205 22988.

Baca Juga: Bentley Mewah Lumrah, Continental GT ini Dibuat Jadi Mobil Off-road

Data Spesifikasi

Mesin: Milwaukee-Eight 114

Kapasitas: 1.868 cc

Bore x Stroke: 102 x 114,3 mm

Rasio Kompresi: 10,5:1

Torsi Maks: 148 Nm

Sistem Bahan Bakar: Electronic Sequential Port Fuel Injection (ESPFI)

Dimensi

Panjang: 2.370 mm

Tinggi Jok: 675 mm

Ground Clearance: 115 mm

Sudut Rake: 300

Wheelbase: 1.665 mm

Ban Depan: 160/60R18

Ban Belakang: 240/40R18

Kapasitas Tangki: 18,9 Liter

Kapasitas Oli: 4,7 Liter

Bobot Kotor: 317 kg

Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Rio Fajar

Automotive journalist since 2007, starting in print media and now specializing in online digital media. Meticulous in editing with a keen eye for detail, and extensive experience reviewing cars, motorcycles, and anything powered by an engine. Over the years, I have driven and evaluated a wide range of vehicles, from everyday passenger cars such as MPVs, SUVs, and hatchbacks to high-performance sports cars, supercars, and the latest electric vehicles. My hands-on experience enables me to provide practical, real-world insights beyond technical specifications. Beyond journalism, I have been actively involved in motorsports since 1997, participating in drag racing, sprint rally, and off-road competitions. Today, I am also focused on developing and growing digital automotive media through high-quality editorial content, engaging storytelling, and strategic audience development.
Show More
Follow Me

Bagikan

Bagikan