Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hasil F1 China 2026: Perjuangan Nico Hulkenberg & Audi di Shanghai

Selasa, 17 Maret 2026
Hasil F1 China 2026: Perjuangan Nico Hulkenberg & Audi di Shanghai

Audi Revolut F1 - Nico Hulkenberg

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Balapan seri kedua Formula 1 musim 2026 di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (15/3), menjadi panggung ujian bagi tim pendatang baru, Audi Revolut F1.

Setelah mengantongi poin bersejarah di Australia, tim asal Jerman ini harus puas melihat pembalap utamanya, Nico Hulkenberg, finis tepat di luar zona poin yakni di posisi ke-11. Meski gagal menambah pundi-pundi angka, performa sasis R26 di lintasan teknis Shanghai memberikan sinyal positif sekaligus pekerjaan rumah besar bagi manajemen tim yang dipimpin Jonathan Wheatley.

Perjuangan Nico Hulkenberg dimulai dari posisi start ke-13 setelah mencatatkan waktu kualifikasi 1:34.215 detik. Sementara itu, rekan setimnya yang merupakan talenta muda Brasil, Gabriel Bortoleto, harus memulai balapan dari posisi ke-17.

Start yang cukup bersih dilakukan oleh kedua pembalap, namun Audi tampak kesulitan mengimbangi kecepatan garis lurus tim papan tengah lainnya di awal lomba. Hulkenberg sempat tertahan dalam rombongan besar yang membuatnya sulit melakukan manuver overtake di sektor pertama yang sangat teknis.

Baca Juga: Podium Perdana Lewis Hamilton bagi Ferrari, Fred Vasseur Puji Mentalitas Juara di Shanghai

Strategi pitstop menjadi krusial dalam balapan sepanjang 56 lap ini. Audi menerapkan strategi dua pemberhentian (two-stop) untuk Hulkenberg. Ia memulai balapan dengan ban Medium, kemudian masuk ke pit pada lap ke-16 untuk beralih ke ban Hard guna menghadapi long stint.

Nico Hulkenberg

Namun, munculnya periode Virtual Safety Car di pertengahan lomba membuat tim memutuskan menarik Hulkenberg kembali pada lap ke-38 untuk menggunakan ban Soft. Strategi agresif ini bertujuan mengejar ketertinggalan di lap-lap akhir demi mengincar posisi ke-10 yang ditempati Franco Colapinto.

Sayangnya, nasib kurang beruntung dialami oleh Gabriel Bortoleto. Sejak lap-lap awal, Bortoleto melaporkan adanya masalah pada sistem Power Unit Audi AFR 26 miliknya. Meskipun sempat masuk pit pada lap ke-14 untuk mengganti ban dan mencoba melakukan reset sistem elektronik, kendala tersebut tidak kunjung hilang.

Puncaknya, pada lap ke-25, Bortoleto diperintahkan tim untuk masuk ke pit secara permanen (DNS/DNF) karena masalah tekanan oli yang berisiko merusak mesin lebih jauh, memaksanya menyudahi balapan lebih awal tanpa hasil maksimal.

Nico Hulkenberg mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah melewati garis finis.

"Sangat mengecewakan finis di posisi ke-11, hanya terpaut satu tangga dari poin. Kami memiliki kecepatan yang cukup baik saat menggunakan ban Soft di akhir balapan, namun defisit waktu di awal lomba terlalu besar untuk dikejar. Sisi positifnya, mobil terasa lebih stabil dibandingkan saat latihan bebas, dan kami memahami lebih banyak tentang manajemen degradasi ban di lintasan seperti Shanghai ini," ujar pembalap veteran asal Jerman tersebut.

Di sisi lain, Gabriel Bortoleto tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya namun tetap optimis menghadapi seri berikutnya.

Gabriel Bortoleto

"Ini bukan akhir pekan yang kami harapkan. Saya merasa nyaman dengan mobil saat kualifikasi, tetapi masalah teknis hari ini membuat saya tidak bisa bertarung sama sekali. Kami adalah tim baru dan tantangan reliabilitas seperti ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Saya akan bekerja keras bersama para teknisi di Hinwil untuk memastikan kami kembali lebih kuat di Jepang," tutur Bortoleto dengan penuh tekad.

Baca Juga: Klasemen Sementara dan Duet McLaren Gagal Melanjutkan Lomba

Kepala Tim Audi Revolut F1, Jonathan Wheatley, memberikan evaluasi menyeluruh atas performa tim di daratan Tiongkok. Menurutnya, Shanghai memberikan data yang sangat berharga meski hasil akhirnya pahit.

"Hari ini adalah bukti nyata bahwa persaingan di papan tengah F1 2026 sangatlah brutal. Kami melakukan kesalahan kecil dalam penentuan window pitstop pertama Nico yang membuatnya terjebak dalam trafik. Terkait masalah Gabriel, kami memohon maaf karena ia tidak mendapatkan kesempatan untuk bertarung secara adil hari ini," ungkap mantan Direktur Olahraga Red Bull tersebut.

Menutup keterangannya, Wheatley menegaskan bahwa fokus Audi kini beralih ke pengembangan komponen aero yang akan dibawa ke Suzuka.

"Kami tidak akan berkecil hati. Posisi ke-11 menunjukkan bahwa kami berada di sana, tepat di ambang poin. Kami hanya butuh sedikit peningkatan dalam aspek kualifikasi dan memastikan daya tahan mesin tetap terjaga di kondisi suhu yang bervariasi. Perjalanan Audi baru saja dimulai, dan kami akan terus menekan hingga batas maksimal," tutupnya dengan optimisme tinggi menyongsong seri-seri mendatang.

Tags:

#F1 2026 #F1 Shanghai 2026 #Audi Revolut F1 Team #Nico Hulkenberg #Gabriel Bortoleto #Jonathan Wheatley
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kusnadi Chahyono

Jurnalis otomotif sejak 2003. Senang naik motor dan mengulas mobil baru terutama teknologi terbaru. Pendidikan jurnalistik di FISIP UPN VETERAN JAKARTA angkatan 1997. Suka foto event karena sudah bisa megang kamera sejak SMP. Jurnalis dan fotografer tahun 2003-2013 di majalah otomotif tertua dari Inggris Autocar Magazine franchise Indonesia yang dipegang MRA Group. Sempat di PR Agency selama satu tahun. Sebagai jurnalis di Dapurpacu.com pada tahun 2014-2017. Bisa menjadi host otomotif setelah bergabung di Otoblitz. Saat ini menjadi jurnalis di Kabaroto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan