Hati-Hati Pilih Kampas Rem Mobil, Ini Akibatnya Jika Salah

Hati-Hati Pilih Kampas Rem Mobil, Ini Akibatnya Jika Salah Hati-Hati Pilih Kampas Rem Mobil, Ini Akibatnya Jika Salah - Kabaroto.

KabarOto.comKampas rem menjadi salah satu part pada mobil yang paling vital dalam menunjang keselamatan saat berkendara. Oleh karena itu, pengendara harus selalu rutin memeriksa kondisi kampas rem kendaraannya. Umumnya, penggantian kampas rem dianjurkan sekitar 60.000 hingga 70.000 km normalnya.

Tetapi, bisa juga kita melakukan pengecekan sendiri, atau di bengkel setiap 15.000 hingga 20.000 km sekali. Hal ini untuk sekadar membersihkan sisa debu pengereman, atau melihat ketebalannya dari patokan besi yang menempel pada badan kampas rem.

Jika kampas rem sudah sejajar atau bahkan lebih rendah dari jarak besi tersebut, maka sudah waktunya anda mengganti baru kampas rem anda.

Baca Juga : Ini Cara Mudah Deteksi Kampas Rem Yang Menipis

pengukur ketebalan kampas rem
Patokan besi pengukur ketebalan kampas rem

Tapi sebelum ganti kampas rem, sobat KabarOto harus tahu dulu nih. Sebab, ternyata kampas rem memiliki 3 tipe sesuai dengan bahan yang digunakannya loh.

“Kampas rem itu memiliki 3 tipe, yaitu Soft, Medium, dan Hard. Biasanya untuk Soft menggunakan bahan organik seperti serbuk kaca, karbon, kevlar, dan sebagainya. Lalu tipe Medium menggunakan bahan ceramic, dengan sedikit campuran serat tembaga, sementara untuk Hard biasanya lebih banyak kandungan metal dan besinya,” ujar Suhendra Hanafiah, Operation Manager, PT. Sumber Berkat Anugrah.

Baca juga : Ini Langkah Singkat Agar Rem Mobil Lebih Awet

Untuk penggunaan sehari-hari, biasanya pabrikan akan memberikan tipe Soft atau Medium, untuk kendaraan yang dijualnya. Namun, ada kekurangan jika menggunakan bahan Soft, meskipun memiliki kelebihan dalam suara yang tidak bising, dan kehalusan saat mengerem. Tetapi kekurangannya adalah kampas rem ini lebih mudah terkikis sehingga akan terjadi debu-debu kampas yang mengotori sekitaran pelek.

kampas rem

Sementara untuk Medium, memiliki kekurangan pada suara pengereman yang sedikit lebih kasar, serta harga yang relatif lebih mahal ketimbang bahan Soft. Tetapi kelebihannya adalah bahan ini tidak mudah terkikis seperti Soft, serta mampu tahan panas hingga suhu tertentu, dan tentunya masih ramah terhadap piringan rem.

Yang banyak orang salah adalah penggunaan kampas rem Hard, biasanya orang yang menggunakan rem Hard ini sudah mengganti kampas rem bawaan pabrik dengan aftermarket.

Sebenarnya, untuk kampas tipe Hard tidak cocok saat dipasangkan dengan piringan rem standar pabrik. Sebab akan merusak piringannya, kerusakan tersebut meliputi piringan yang habis atau bahkan bergelombang.

Karena penggunaan kampas Hard hanya diperuntukan untuk piringan rem tertentu saja. Nah, saat piringan sudah mulai bergelombang inilah, akan timbul bunyi bergecit saat mengerem yang mengganggu telinga, dan kenyamanan berkendara.

Solusi yang harus ditempuh jika sudah terlanjur adalah bisa membubut piringan rem agar kembali sejajar, dan mengganti kampas rem baru berbahan Soft atau Medium.

Sekarang sudah tahu kan sobat KabarOto soal kampas rem. Jadi, jangan salah pilih kampas rem ya sob!