Hino Cetak Lulusan SMK Andal Dengan Pelatihan Pelatihan Ini

Hino Cetak Lulusan SMK Andal dengan Pelatihan Pelatihan Ini Produk Hino

KabarOto.com - Teknologi kendaraan semakin meningkat. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang andal, mampu mengikuti perkembangan teknologi, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar kegiatan CSR. Perusahaan bus dan truk asal Jepang ini memberikan pelatihan kepada 70 orang guru dari 43 SMK di Banten.

Common Rail System adalah salah satu kurikulum pada mesin diesel yang diberikan kepada siswa SMK. Dengan pelatihan ini, para guru diharapkan mendapat bahan referensi untuk mengajar dan menjadi bahan acuan dalam proses pembelajaran secara online.

Baca Juga: Servis Bus Dan Truk Hino Online Lebih Mudah Dengan Cara Ini

Pelatihan secara virtual

Dalam pelatihan otomotif kali ini, para guru mendapat pelatihan mengenai dasar–dasar atau prinsip kerja dari sistem Common Rail Hino. Selain itu, para guru dilanjutkan dengan materi komponen Common Rail System di Hino, sensor Common Rail System, cara kerja dan diagnosis Common Rail Sytem.

Serta penggunaan DX Tools atau alat canggih yang biasa digunakan pada seluruh workshop Hino di Indonesia, untuk mengecek dan menganalisa mesin sistem common rail kendaraan Hino. Para guru tidak hanya dilatih secara online berupa materi, tapi juga dibekali dengan video animasi, yang dapat digunakan sebagai bahan mengajar di sekolah nanti.

Irwan Supriyono, After Sales Services & Total Support Director HMSI mengatakan, pihaknya Hino sangat mengedepankan pengembangan sumber daya manusia, baik untuk internal, diler dan sekolah SMK.

"Lulusan SMK ke depannya akan menjadi bagian dari kemajuan industri otomotif di Indonesia," terangnya. Diharapkan, mereka nantinya siap memasuki dunia kerja.

Kegiatan CSR pelatihan secara online ini juga mendukung terwujudnya Link & Match sehingga memperkecil gap atau celah antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya SMK jurusan Otomotif.

Baca Juga: Toyota Dan Hino Kerjasama Hadirkan Fuel Cell Electric Truck

Arkani, Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten mengungkapkan, pelatihan ini sangat tepat.

"Kami harap menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk selalu peduli dan menjalin hubungan dengan SMK," terangnya.