Honda Rugi Rp276 Triliun untuk Proyek Mobil Listrik, Dampaknya Meluas ke Pasar

Pradia Eggi
Pradia Eggi
Rabu, 06 Mei 2026
Honda Rugi Rp276 Triliun untuk Proyek Mobil Listrik, Dampaknya Meluas ke Pasar

Honda Insight EV meluncur di Jepang pada Maret 2026. (Foto: Honda)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Honda sedang menghadapi situasi yang cukup berat setelah proyek kendaraan listriknya mengalami kerugian sangat besar, mencapai sekitar 15,9 miliar dolar AS setara Rp276 triliun. Karena kerugian ini, perusahaan menempuh cara cepat untuk efisiensi.

Melansir The Japan Times, Honda mengakui bisnis otomotifnya mengalami kesulitan akibat tarif AS dan hilangnya daya saing di Asia, khususnya di Tiongkok, di mana Honda memperkirakan akan mengalami kerugian penurunan nilai investasi.

Salah satu langkah lain yang diambil Honda juga menunda peluncuran mobil generasi terbaru dan mempertahankan model yang sekarang dijual lebih lama dari biasanya. Artinya, konsumen harus menunggu lebih lama untuk melihat versi terbaru dari beberapa mobil populer Honda.

Proyek kendaraan listrik yang belum berjalan sesuai rencana, bahkan beberapa proyek mobil listrik dibatalkan, seperti Acura RSX, Afeela 1, serta beberapa model konsep Honda lainnya. Ini menunjukkan bahwa strategi mobil listrik Honda belum berjalan sesuai harapan.

Model Baru Ditunda

Beberapa mobil yang terdampak kebijakan ini antara lain Honda Odyssey (MPV) generasi terbaru yang seharusnya hadir lebih cepat, kini ditunda sekitar 3 tahun dan baru diperkirakan akan meluncur pada 2030 seperti yang dilansir dari Automotive News.

Honda Accord 2026.

Honda Accord akan dijual sampai tahun 2030. Versi berikutnya kemungkinan besar hanya tersedia dalam pilihan mesin hybrid (bensin + listrik).

Lalu Honda HR-V (SUV kompak) akan tetap dijual dengan versi yang sama kurang lebih 2 tahun ke depan. Generasi barunya diprediksi baru hadir sekitar 2032.

Baca Juga: Honda Hentikan Penjualan Mobil di Korea Selatan pada Akhir 2026

Nasib yang sama untuk Acura MDX generasi terbaru juga mundur hingga sekitar 2031. Ini cukup berisiko karena model ini merupakan salah satu yang paling laris di lini Acura di pasar AS dan Eropa.

Pihak Honda sendiri menyatakan tetap percaya diri dengan strategi ke depan, terutama dalam pengembangan teknologi hybrid yang akan diperluas ke lebih banyak model.

Dampak di Indonesia

Sejumlah diler mobil Honda yang berlokasi di kota-kota besar kini harus tutup permanen seperti Honda Pondok Pinang (Jakarta Selatan), Honda Pasteur (Bandung, Jawa Barat), Honda Jemursari (Surabaya, Jawa Timur), Honda Triputra (Bekasi, Jawa Barat), Honda Trimegah BSD (Tangerang, Banten), Honda Modernland (Kota Tangerang).

Honda CR-V e:HEV dibanderol mulai Rp775 jutaan.

"Beberapa diler memang mengambil keputusan untuk menutup operasionalnya atas pertimbangan internal masing-masing. Bagi kami di HPM, yang terpenting adalah memastikan konsumen tetap mendapatkan pelayanan terbaik, dengan jaringan yang cepat, mudah dijangkau, dan dekat dengan kebutuhan mereka," kata Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Honda Ubah Strategi demi Kejar Ketertinggalan dari Tiongkok, Begini Rencananya

Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil Honda pun sempat fluktuatif selama enam tahun ke belakang dan menurun drastis di tahun 2025.

2020: 79.451 unit

2021: 91.393 unit

2022: 125.411 unit

2023: 128.010 unit

2024: 103.023 unit

2025: 71.233 unit

Kondisi pasar serta kerugian besar dari proyek kendaraan listrik diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi langkah Honda, di tengah persaingan ketat dan ekspansi agresif pabrikan mobil listrik asal Tiongkok.

Tags:

#Honda Jepang #Mobil Listrik Honda #Pasar Otomotif

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan