KabarOto.com - Raksasa otomotif asal Jepang, Honda Motor Co., mengejutkan industri otomotif global dengan mengumumkan pembatalan pengembangan dan produksi tiga model kendaraan listrik (EV) unggulannya.
Ketiga model tersebut adalah Honda 0 Series SUV, Honda 0 Series Saloon, dan Acura RSX EV yang sedianya akan diproduksi di Amerika Utara.
Keputusan drastis ini diambil di tengah evaluasi mendalam terhadap strategi elektrifikasi perusahaan yang kini menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.
Penyebab utama pembatalan ini adalah melemahnya permintaan kendaraan listrik di pasar global, terutama di Amerika Serikat.
Baca Juga: Toyota Hadirkan GR Yaris 2026, Punya Setir Lebih Kecil dan Suspensi Racikan Reli
Perubahan kebijakan insentif pemerintah dan ketidakpastian regulasi mengenai bahan bakar fosil membuat konsumen cenderung menahan diri untuk beralih ke EV murni.
Honda menilai bahwa melanjutkan produksi ketiga model tersebut di lingkungan bisnis saat ini hanya akan memperlebar potensi kerugian jangka panjang bagi perusahaan.
Selain faktor permintaan, tekanan dari kebijakan tarif perdagangan internasional juga menjadi pemicu. Kebijakan tarif yang diterapkan di Amerika Serikat memberikan dampak negatif bagi biaya produksi dan daya saing kendaraan listrik Honda dibandingkan produsen baru, terutama dari Tiongkok, yang memiliki ekosistem perangkat lunak (software-defined vehicle) lebih agresif.
Kondisi ini membuat Honda sulit menawarkan produk dengan harga kompetitif namun tetap menguntungkan secara bisnis.
Akibat pembatalan proyek yang sebenarnya sudah mencapai tahap pengembangan lanjut ini, Honda diperkirakan akan mencatat kerugian finansial yang signifikan. Laporan internal menyebutkan potensi kerugian aset dan biaya operasional bisa mencapai angka fantastis, yakni hingga 2,5 triliun yen (sekitar Rp265 triliun).
Ini merupakan guncangan besar bagi stabilitas keuangan perusahaan yang selama ini ditopang oleh penjualan kendaraan bermesin bensin dan hybrid.
Baca Juga: Permintaan Wuling Darion Tembus 4.000 Unit
Sebagai langkah mitigasi, Honda kini memilih untuk mengalihkan fokus dan sumber dayanya kembali ke penguatan lini kendaraan Hybrid. Honda melihat pasar hybrid masih sangat stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan positif di masa transisi menuju energi bersih.
Strategi ini diharapkan dapat memperbaiki struktur biaya tetap perusahaan dan mempertahankan profitabilitas sembari menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penetrasi pasar EV kembali di masa depan.
Meskipun tiga proyek besar ini dihentikan, Honda menegaskan bahwa komitmen jangka panjang mereka untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 tidak berubah. Pengembangan teknologi EV tetap berjalan dari perspektif jangka panjang, namun implementasinya akan dilakukan secara lebih fleksibel dan hati-hati.
Untuk saat ini, para penggemar Honda harus bersabar menunggu kehadiran "Zero Series" hingga kondisi pasar dinilai lebih kondusif bagi kendaraan listrik murni.

