Hyundai Dan AMI Jalin Kerja Sama Ketersediaan Alumunium

Hyundai dan AMI Jalin Kerja Sama Ketersediaan Alumunium Peresmian kerja sama (Foto: Hyundai)

KabarOto.com - Hyundai Motor Company dan PT Adaro Minerals Indonesia, Tbk. (AMI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk ketersediaan aluminium yang stabil di tengah meningkatnya permintaan manufaktur mobil.

Kerja sama ini juga untuk membangun sistem kerja sama komprehensif terkait produksi dan ketersediaan aluminum oleh AMI melalui anak perusahaannya PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), yang akan memberikan manfaat untuk kedua belah pihak.

Baca Juga : Hyundai I30 N, Lanjutkan Kiprah Pabrikan Sebagai Safety Car WSBK Sejak 2019

Sebagai informasi, B20 merupakan official engagement group G20 yang mewakili komunitas bisnis global dengan arahan memberikan rekomendasi kebijakan untuk ditindaklanjuti mengenai prioritas yang ditetapkan oleh setiap kepresidenan sehingga memacu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Tahun ini, B20 Summit mengangkat tema ‘Advancing Innovative, Inclusive and Collaborative Growth’ dalam mendukung tema G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Aluminium di Indonesia, kaya akan sumber daya alam dan energi, dinilai memiliki daya saing di masa depan. Aluminium hijau Indonesia diklasifikasikan sebagai aluminium rendah karbon menggunakan pembangkit listrik tenaga air, yang merupakan sumber listrik ramah lingkungan dan diharapkan dapat menyediakan aluminium yang memenuhi kebijakan carbon neutralization milik HMC di tengah meningkatnya permintaan aluminium di produsen mobil global.

Baca Juga : Delegasi G20 Summit 2022 Berkesempatan Jajal Hyundai Ioniq 5

Youngtack Lee, Senior Vice President and Head of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarter mengatakan, “Kerja sama smelter aluminium ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerjasama antara Hyundai Motor Company dan Indonesia dengan sinergi yang lebih kuat.”

Bagian dari kerja sama dalam MoU ini antara lain produksi dan ketersediaan aluminium yang diproduksi oleh KAI dan Hyundai Motor berhak membeli aluminium produksi KAI sejak tahap awal, kemudian negosiasi pertama pembelian aluminium karbon rendah produksi KAI mendatang (volume off-take belum ditentukan pada kisaran sekitar 50.000 TPA hingga 100.000 TPA).

Berita Terkait

Berita Terkait