Ingin Pelihara Datsun Lawas? Yuk Kenali Seluk Beluk Mesinnya

Ingin Pelihara Datsun Lawas? Yuk Kenali Seluk Beluk Mesinnya Foto: Kipli

KabarOto.com - Selain motor lawas, peminat mobil klasik dan retro juga tak ada matinya. Buktinya banyak sekali acara rutin penikmat mobil lawas yang digelar mingguan bahkan populasinya ketika melihat di jalanan semakin banyak.

Tak hanya versi Low Cost Green Car (LCGC) saja, namun penikmat Datsun lawas kian bertambah setelah dikonfirmasi dari komunitas Datsun Jakarta dan Old Datsun Indonesia. Nah, buat sobat KabarOto yang minat meminang salah satu variannya untuk dijadikan mobil harian atau bahkan mengoleksinya, wajib untuk mengetahui seluk beluk mesinnya.

"Mesin yang populer masuk ke Indonesia adalah seri L, J, A bahkan seri Z yang dipakai Fairlady," buka Wahyu Cimoh dari Datsun Jakarta Racing Team (DJRT). Pria yang bermarkas di Jalan Abdullah no.25 Karang Mulya, Ciledug, Tangerang itu juga bilang bahwa beberapa serinya sudah termasuk canggih.

"Contohnya mesin 280Z yang masih mengandalkan rocker arm dan single cam namun sudah dilengkapi turbocharger, ada juga punya salah satu member yaitu SSS Violet yang mesin bawaannya 2.300 cc turbo," imbuhnya.

Cimoh juga bilang, kalau penyakit mobil-mobil ini lazimnya ada di karburator, "Maklum, sudah berumur puluhan tahun kan. Apalagi tipe SU yang ada 2 settingan, panas dan dingin, kalau enggak mau repot bisa pakai punya 7K dengan adaptor," terangnya.

Baca Juga: Mau Pelihara Datsun Klasik? Bagian Ini Wajib Jadi Perhatian

Selain itu, platina dan jika sudah memakai rotax juga bisa di substitusi dengan Mitsubishi L300, "Sebenarnya tergantung kebutuhan, ada yang suka membran dan rotax. Kalau buat ngebut, membran lebih mumpuni mengikuti putaran mesin, sedangkan rotax cepat naik ke mesin ketika bahan bakar dibutuhkan," ujarnya.

"Platina juga meski bisa di substitusi pakai L300, namun orisinal Datsun punya karakter teriakannya sendiri ketika digeber," imbuh pria yang jual barang-barang Datsun lawas. "Bahkan beberapa seal seperti mesin seri L dan Z bisa pakai Nissan Terrano," imbuh penggeber Datsun 510 bermesin SR20DET itu.

Masalah populer lainnya untuk kendaraan lawas adalah overheat, "Populernya pakai kipas punya Suzuki Karimun, ada 2 tipe, 2 & 3 speed, bisa juga dibuat switch otomatis untuk fan," ujar ayah 2 anak itu. "Mesinnya kan sudah berumur, bisa jadi boringnya tipis, atau retak tak kasat mata juga jadi faktor penentu," imbuhnya.

"Karakter mesin A-series ketika mesin temperatur di 3/4 saja mesin masih bisa galak, terus dibejek di RPM tinggi enak, beda sama L-series yang berkapasitas lebih besar namun cenderung lebih sering floating klep kalau dibejek di putaran tinggi, tapi semua tergantung kondisi mesinnya," kata pria yang mematok jasa Rp 1,5 - 2 juta untuk jasa turun mesin itu. Nah, gimana nih setelah pendalaman materi? sudah paham kan? Selamat berburu Datsun lawas ya!