Mau Pelihara Datsun Klasik? Bagian Ini Wajib Jadi Perhatian

Mau Pelihara Datsun Klasik? Bagian Ini Wajib Jadi Perhatian Pelihara Datsun Klasik Wajib Memperhatian Bagian Bodi Ini. Foto: Kipli

KabarOto.com - Mobil klasik dan retro punya aura yang tak bisa digantikan oleh mobil-mobil modern. Tak heran, banyak kolektor atau sekadar pehobi yang senang dan tak bosan dengan kendaraan tempo dulu yang mereka anggap punya bentuk unik.

Nah, berbicara mobil lawas atau retro ini, spesifiknya Datsun, ada beberapa hal yang wajib diketahui oleh sobat KabarOto, apalagi yang baru saja berkecimpung dan mempelajari karakteristik mobil dari Nissan itu.

"Datsun tiap model punya ciri-ciri tersendiri, bentuk tekukan dan nat berbeda-beda. Bahkan dari 1 model punya tipe dan spesifikasi yang bervariatif dibanding kompetitornya," ujar Wahyu Cimoh pemilik bengkel Datsun Jakarta Racing Team (DJRT) yang bermarkas di Jalan Abdullah no.25 Karang Mulya, Ciledug, Tangerang.

"Misalnya model 160J 710 SSS atau dibilang 'mini Mustang', kap mesinnya ada nat seperti busur atau membentuk huruf 'V', sedangkan nat bodi sampingnya bersifat ascending dalam hal dimensi yakni dari depan kecil kemudian semakin melebar ke belakang dan permukaannya landai," jelasnya.

Baca Juga: Tak Perlu Pusing, Bengkel Ini Masih Menangani Datsun Lawas

Selain itu, atap yang melengkung membentuk bagian atas kue bolu yang belum dipotong jadi salah satu ciri khasnya, "kalau yang perfectionist, nat dan semua lekukan harus sinkron, misalnya 710 SSS punya bagasi yang tak terlalu landai, namun 710 violet cenderung landai hingga membungkuk," tambah Cimoh, sapaan akrabnya.

"Kalau rebuilt, dari cara pengelasannya harus benar, agar hasil pengecatan juga bisa memuaskan. Kalau kita pakai teknik jidar prosesnya setelah dempul, setelah itu masuk epoxy dan amplas untuk melihat permukaan yang janggal, baru masuk cat dasar dan proses pengecatan," imbuh kolektor Datsun itu.

Nah, detail lain misalnya spion pun berbeda-beda, model 510 punya 2 tipe yakni di pintu dan diatas fender. "kalau yang di pintu biasanya EUDM dan USDM, kalau asia di fender, pun begitu dengan model 710 SSS yang dikenal oleh pasar USDM dengan nama Violet, paling banyak untuk negara kita, Meksiko, dan Afrika," ujarnya.

Baca Juga : Sikat! Mobil Datsun Fairlady Orisinal Ini Hanya Dijual Rp 200 Jutaan

Cimoh mematok Rp 450 ribu untuk pengecatan per panel, "kalau modifikasi hingga custom bisa tembus di angka Rp 100 jutaan," imbuhnya. Nah gimana? yuk, dandanin Datsun sobat KabarOto yang sudah lama terbengkalai.