Ini Penjelasan PT KAI Tentang Mesin Mobil Dan Motor Sering Mati Di Atas Rel

Ini Penjelasan PT KAI Tentang Mesin Mobil dan Motor Sering Mati di Atas Rel keretaapikita, daihatsu

KabarOto.com - Kecelakaan yang kerap mengintai di pintu perlintasan kereta api memang menjadi momok mengerikan bagi para pengendara motor dan mobil.

Banyak rumor yang beredar tentang medan magnet besar di perlintasan tersebut merupakan penyebab mayoritas kecelakaan kendaraan bermotor dengan kereta api terjadi.

"Di lokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dalam dinamo ada unsur magnet yang cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar). Hal ini berdampak pada rel yang terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1 kilometer dari lokomotif," ujar Bagus Setya, PM1156 Perkeretaapian.

Baca juga: Naik Kereta Api Bisa Dapat Voucher Taksi, Begini Caranya

Saat kendaraan bermotor melintasi rel biasanya menggunakan kecepatan rendah, menurutnya, apabila pengendara tidak memindahkan transmisi ke posisi yang lebih rendah, maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnet boggie yang di hantarkan oleh rel.

Oleh karena itu petugas selalu menutup pintu perlintasan sebelum kereta mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km). Bila ada pengemudi tetap menerobos atau melintas rel kerets yang berjarak kurang dari 1 km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yang sudah lemah bisa mati.

Baca juga: Penyebab Vespa Mogok Dan Cara Mengatasinya

"Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil atau turun dari motor Anda, karena mesin akan susah untuk di-starter kembali," sarannya.

"Ingat, kereta api tidak bisa mengerem mendadak karena roda dan rel terbuat dari baja sehingga tidak ada friksi, rata-rata kereta api akan berhenti sejauh 800 meter setelah di rem," tutupnya.