Isi Daya Cuma 30 Menit, PLN dan Kemendag Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Baru

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
Sabtu, 07 Maret 2026
Isi Daya Cuma 30 Menit, PLN dan Kemendag Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Baru

SPKLU Ultra Fast Charging (PLN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Bersinergi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), PT PLN (Persero) secara resmi menghadirkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi ultra fast charging di lingkungan kantor Kemendag RI.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di ruang publik dan instansi pemerintah.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan apresiasi terkait penyediaan infrastruktur pengisian daya tersebut. Menurutnya, ketersediaan SPKLU sangat diperlukan untuk mengimbangi tren penggunaan kendaraan listrik yang terus meningkat. Terlebih, saat ini 15 persen pegawai di lingkungan Kemendag RI telah beralih menggunakan EV.

Baca Juga: SPKLU Signature Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi, Isi Daya Mobil Listrik Hanya 20 Menit

Meski berada di kantor pemerintah, fasilitas SPKLU tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai kementerian, melainkan terbuka untuk masyarakat umum atau pengguna kendaraan listrik yang sedang melintas di area tersebut. Dengan adanya fasilitas pengisian cepat, kekhawatiran masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik diharapkan dapat berkurang.

Terdapat tiga unit SPKLU yang masing-masing memiliki kapasitas 120 kilowatt (kW). Dengan teknologi ultra fast charging, kendaraan EV bisa melakukan pengisian daya hingga penuh hanya dalam 30 menit.

Berdasarkan data operasional sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, antusiasme pengguna sangat tinggi. Tercatat sebanyak 2.460 transaksi pengisian telah dilakukan dengan total energi listrik yang tersalurkan mencapai 62.598 kW.

Baca Juga: Bebas Antri di SPKLU, PLN Hadirkan Fitur AntreEV

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian penting dari akselerasi transisi energi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menggeser penggunaan energi mahal berbasis impor menjadi energi murah berbasis domestik, serta mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Darmawan juga menjelaskan bahwa ke depannya PLN akan terus menggandeng berbagai pihak, seperti kementerian, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga sektor swasta untuk membangun ekosistem SPKLU yang lebih luas di lahan strategis. PLN juga berkomitmen untuk memastikan aspek teknis dan komersial berjalan baik sehingga investasi di sektor SPKLU menjadi lebih menarik dan berkelanjutan bagi semua pihak.

Tags:

#SPKLU Ultra Fast Charging #SPKLU PLN #SPKLU Mobil Listrik

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan