Isuzu Tunjukkan Cara Kerja Sistem Commonrail Kendaraan Diesel Kepada Siswa SMK

Isuzu Tunjukkan Cara Kerja Sistem Commonrail Kendaraan Diesel Kepada Siswa SMK Isuzu cetak tenaga muda agar lebih terampil

KabarOto.com - Berbagai cara dilakukan oleh produsen otomotif untuk mengembangkan bakat serta kemampuan siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas. Agar menjadi generasi yang terampil dan matang.

Salah satunya dilakukan Isuzu Indonesia, menggelar pengenalan system commonrail Isuzu kepada 200 peserta, berasal dari siswa dan guru SMK-SMK yang menjalin kerjasama dengan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

Para peserta ini terlihat antusias, mereka sangat ingin tahu mengenai teknologi yang digunakan pada kendaraan bermesin diesel.

Baca Juga: Perjalanan Lulusan SMK Menjadi Juara Isuzu World Technical Skill Competition Di Jepang

Yuda Arikunto salah satu nara sumber mengatakan, dia mewakili PT IAMI memberikan edukasi mengenai teknologi yang digunakan oleh Isuzu, pada kendaraan niaganya.

Produk Isuzu siap hadapi Euro4

“Kami berharap siswa SMK bisa mendapatkan informasi secara teknis tentang bagaimana system commonrail bekerja,” paparnya.

Fuad Hasyim selaku IAMI Training Center Dept Head mengatakan, sistem commonrail ini akan digunakan saat kebijakan EURO 4 sudah resmi dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2022.

Dengan program ini, kebutuhan tenaga ahli akan sangat dibutuhkan terutama dari siswa SMK. Untuk diketahui, sistem commonrail adalah teknologi yang lebih advance dari mesin konvensional yang masih menggunakan injection pump.

Proses pengenalan Commonrail secara virtual

“Fungsi ini digantikan oleh commonrail dan supply pump yang diatur oleh engine control modul," terang Fuad Hasyim. Sistem ini memberi dampak yang sangat baik pada bahan bakar, sehingga lebih efisien dan menguntungkan bagi pebisnis yang menggunakan kendaraan diesel.

Baca Juga: Kendaraan Isuzu Siap Hadapi Euro 4, Penerapan Ditunda Pemerintah

Selain itu, kelebihan mesin yang sudah menggunakan sistem commonrail ini bisa menganalisa kerusakan dalam waktu 10 menit, karena sudah terkomputerisasi bisa dilakukan penarikan data.