Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Sistem Kerja Mobil Hybrid Biasa dan PHEV

Pradia Eggi
Pradia Eggi
Senin, 25 Mei 2026
Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Sistem Kerja Mobil Hybrid Biasa dan PHEV

Sistem Kerja Mobil Hybrid Biasa dan PHEV

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Memasuki era kendaraan ramah lingkungan, beberapa pabrikan otomotif berlomba menghadirkan pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Semakin ramai dengan kehadiran berbagai teknologi, salah satu pilihan yang banyak menarik perhatian ialah model Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Hybrid biasa dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Meski kerap membuat calon konsumen bingung karena sama-sama mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik, kedua teknologi ini memiliki perbedaan mendasar yang sangat krusial, mulai dari cara kerja, kapasitas baterai, hingga metode pengisian daya.

Karena itu, KabarOto telah merangkum perbedaan mendasar yang perlu diketahui sebelum meminang salah satunya.

Baca Juga: BYD Ti7 Gendong Mesin Hybrid Bertenaga 600 Dk dan SUV 7 Penumpang

1. Sistem Pengisian Daya Baterai (Charging)

Perbedaan paling mencolok yang langsung terlihat dari luar adalah keberadaan lubang soket pengisian daya.

Hybrid Biasa (HEV): Mobil ini tidak memiliki soket charger luar. Baterai pada sistem HEV otomatis terisi secara mandiri memanfaatkan energi dari mesin bensin serta sistem regenerative braking (mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi daya listrik).

PHEV: Sesuai namanya (Plug-in), mobil ini memiliki soket pengisian daya eksternal. Untuk mendapatkan performa elektrifikasi maksimal, pemilik PHEV wajib mencolokkan mobil ke sumber listrik, baik melalui wall charger di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

2. Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh Mode Listrik

Ukuran baterai yang digendong kedua jenis mobil sangat memengaruhi karakter berkendara.

Hybrid Biasa (HEV): Menggunakan baterai berkapasitas relatif kecil (biasanya di bawah 2 kwh). Dampaknya, mode berkendara murni listrik (EV Mode) hanya bisa aktif dalam jarak dekat dan dalam kecepatan rendah, seperti saat mobil merayap di tengah kemacetan kota.

PHEV: Dibekali baterai jauh lebih besar, umumnya berkisar 10 kwh hingga 20 kwh. Dengan kapasitas ini, PHEV sanggup melaju murni mengandalkan tenaga listrik tanpa menyalakan mesin bensin sama sekali sejauh 40 hingga 80 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Baca Juga: Volvo XC60 Diuji Jalan, Gunakan Mesin Hybrid Terbaru

3. Karakter Kerja Dapur Pacu

Manajemen energi dari kedua sistem ini juga memiliki pendekatan berbeda saat di jalan.

Hybrid Biasa (HEV): Mesin bensin dan motor listrik bekerja secara bergantian atau bersamaan secara otomatis sejak mobil dinyalakan. Komputer mobil secara cerdas, menentukan kapan mesin bensin harus aktif membantu akselerasi atau kapan harus mati untuk menghemat bahan bakar.

PHEV: Selama daya baterai hasil pengecasan luar masih penuh, mobil akan memprioritaskan diri untuk berjalan sebagai mobil listrik murni (Full EV). Mesin bensin baru akan terbangun dan mengambil alih tugas sebagai penggerak utama atau generator ketika daya baterai sudah menyentuh batas minimum. Setelah baterai habis, PHEV akan beroperasi dengan karakter mobil hybrid biasa.

Tags:

#Mobil Hybrid Indonesia #SUV PHEV #Mobil Hybrid Baru #Tips Mobil
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan